Langsung ke konten utama

Review Materi Pertemuan Ke-4

Review Materi Psikologi Umum 1
Pertemuan Ke-4

Sejarah Perkembangan Psikologi


A. Pengertian Psikologi

Psikologi berasal dari gabungan kata psyche dan logos. Psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu atau ilmu pengetahuan.

Pengertian psikologi menurut para ahli:

1. Singgih dirgagunarsa

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.

2. Plato dan aristoteles

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.

3. John broadus watson

Psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku tampak (lahiriah) dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsang dan jawaban respon


B. Sejarah Perkembangan Psikologi

1. Masa sebelum menjadi ilmu yang berdiri sendiri

2. Masa sesudah menjadi ilmu yang berdiri sendiri


C. Pengaruh Filsuf Kuno

Filsafat Yunani Kuno muncul dari pencampuran mitologi, mistisme, dan matematika. Pada zaman ini (abad ke-6 SM) mulai terjadi peralihan antara mitos menjadi logos. Adapun tokoh-tokoh yang berkontribusi dan terlibat adalah:

1. Thales

2. Anaximandros

3. Anaximenes

4. Phytagoras

5. Xenophanes

6. Herakleitos

7. Parmenides

Terdapat tiga filsuf besar di filsafat klasik yang sangat berjasa dalam perkembangan ilmu yang salah satunya psikologi, ketiga filsuf tersebut yakni:

1. Socrates

Socrates merupakan tokoh yang dinobatkan sebagai Bapak Filosofi Barat. Metode Socrates dalam menyampaikan argumen dan pendapatnya adalah dengan berbincang dan berdialog yang disebut metode dialektika.. la menggunakan metodenya ini untuk membuktikan adanya kebenaran yang objektif. Dalam metodenya ini, Socrates menemukan dua penemuan, yakni induksi dan definisi. Socrates sering kali mempertanyakan setiap asumsi dan meragukan yang jelas.

2. Plato

Plato merupakan murid dari Socrates yang juga memberi banyak pengaruh dalam dunia filsafat dan psikologi. Menurut Plato, kita berhubungan dengan sekitar kita melalui indra dan kepekaan tubuh lalu membentuk aspek dualisme pikiran-tubuh. Plato mendeskripsikan jiwa sebagai substansi spiritual yang memiliki akal dan nafsu. Plato percaya bahwa jiwa terbenetuk sebelum tubuh

3. Aristoteles

Aristoteles merupakan murid dari Plato, Aristoteles memiliki pndangan yang luas tentang filsafat, secara sistematis pemilikirannya dikelompokkan menjadi beberapa bagian, yakni logika, sains (filsafat alam, biologi, dan psikologi), metafisika, estetika, etika, dan politik. Sama seperti Plato, Aristoteles berpendapat dualisme tubuh dan jiwa. Kajian Arisoteles di bidang psikologi berfokus pada hubungan antara tubuh dan jiwa (body and soul).

Dari penelitiannya, Aristoteles mengembangkan hukum dasar memori dan ingatan manusia. Aristoteles berpendapat dalam teorinya bahwa memori adalah hasil dari tiga proses, yaitu object, event, dan people yang terhubung.


D. Pengaruh Filsuf Kuno Setelah Aristoteles

Setelah Aristoteles meninggal, para filsuf yang memiliki pandangan berbeda-beda fokus pada prinsipnya masing-masing, antara lain:


1. Skeptisisme dan Sinisme

Pyrrho dan Elis merupakan penemu aliran skeptisisme. Baik skeptisisme dan sinisme merupakan aliran yang kontra pada aliran-aliran lain. Mereka berpikir bahwa manusia tidak akan mampu mencapai kebenaran. Heracleitos berpendapat bahwa segala realitas dalam proses mengailr, tidak ada yang tetap. 

Tokoh kedua aliran sinisme adalah Diogenes. Diogenes memiliki kehidupan yang sangat sederhana dan primitif. Diogenes hidup dengan menolak agama, adat istiadat, tinggal di rumah, makanan yang layak, dan mode berbusana.


2. Epicureanisme dan Stoisisme

Epicureanisme dan Stoisisme merespon pada aliran bahwa filsafat tidak selalu digunakan dalam sehari-hari. Keduanya berbicara tentang perilaku moral manusia, berlandaskan pengalaman di dunia.


3. Neoplatonisme

Neoplatonisme merupakan aliran filsafat oleh Plato yang berfokus pada aspek mistis dan mengesampingkan aspek kerasionalannya. Neoplatonisme merupkan gabungan dari aliran Philo dan Plotinus.


4. Emphasis On Spirit

a. Yesus

Yesus mengajarkan bahwa pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat diwahyukan oleh Tuhan dan bahwa setelah terungkap pengetahuan seperti itu seharusnya membimbing perilaku manusia. 

b. St. Paul

Dari tradisi Yahudi, Paul mengetahui bahwa ada satu Tuhan yang menciptakan alam semesta dan membentuk nasib manusia

c. Kaisar Konstantinus

Karena Kekristenan menjadi dikenal luas, Kekristenan membutuhkan pandangan filosopis. Dengannya, Kekristenan yang saat itu ada beberapa versi diubah menjadi seperangkat dokumen dan kepercayaan standar.

d. St. Agustinus

Menurutnya tentang dunia fisik, kita hanya perlu tahu bahwa Tuhan menciptakannya.


5. Zaman Kegelapan

Dari sekitar 400 hingga 1000, eropa didominasi oleh mistisme, takhayul, dan anti-intelektualisme. Pada zaman ini, budaya islam berkembang dengan mengembangkan filsafat Islam, agama, matematika, dan kedokteran.


6. Islam dan Pengaruh Yahudi

a. Avicenna

Dia menulis banyak buku termasuk kedokteran, matematika, logika, metafisika, teologi islam, astronomi, politik, dan linguistik. Dia membuat modifikasi dalam filosofi Aristoteles yang bertahan selama ratusan tahun.

b. Averroes

Semua pengalaman manusia mencerminkan pengaruh Tuhan. ia juga membuat sejumlah kontribusi ilmiah yang mengesankan.

c. Maimonides

Maimonies ialah alkitabiah, sarjana talmud, dan seorang dokter yang mengantisipasi perhatian modern dengan gangguan psikosomatik dengan menunjukkan hubungan antara hidup etis dan kesehatan mental.


7. Rekonsiliasi Iman dan Nalar Kristen

a. St. Anselmus

St. Anselmus berpendapat bahwa persepsi dan alasan harus dapat melengkapi iman Kristen. St. Anselmus memiliki argumen ontologis tentang keberadaan kehendak Tuhan sangat berpengaruh dan hal ini diterima oleh para filsuf terkenal.

b. Peter Lombard

Peter Lombard berpendapat bahwa Tuhan dapat dikenal dengan mempelajari karya-karyanya. Untuknya, ada tiga cara untuk belajar tentang Tuhan yaitu iman, akal, dan studi tentang Tuhan.


8. Skolatisisme

a. Peter Abelard Peter Abelard

memperkenalkan metode belajar yang mendirikan periode skolastik, ia menguraikan metode dialektika.

b. St. Albertus Magnus.

la disajikan pandangan Aristoteles tentang sensasi, kecerdasan, dan ingatan kepada para cendekiawan gereja dan berusaha untuk menunjukkan bagaimana kekuatan rasional manusia bisa digunakan untuk mencapai keselamatan.

c. St. Thomas Aquinas

Pencapaian terbesar Aquinas adalah pendamaian iman dan akal yang ia capai dengan berargumentasi secara efektif bahwa akal dan iman tidak bertentangan. Baginya, semua jalur menuntun pada kebenaran yang sama yaitu Tuhan dan KemuliaanNya.


9. William Of Occam

dalam menjelaskan hal, tidak ada asumsi yang harus dibuat, dengan tata lain penjelasan itu harus selalu dibuat sesederhana mungkin. Ini dikenal dengan prinsip pisau occam! Occam melihat asumsi bahwa alam semesta memiliki keberadaan independen itu tidak perlu, dia menunjukkan bagaimana mekanisme biasanya digunakan dalam penyesuaian dengan kebutuhan sosial dan biologis.


10. Sebelum Masa Renaissans

Selama abad ke-14 dan ke-15, filsafat masih melayani agama seperti yang dilakukan semua orang. Ada orang yang percaya dan orang yang tidak percaya. Di masa ini takhayul dan sihir merajalela.


E. Permulaan Sains Modern

Psikologi termasuk kedalam ilmu pengetahuan alam pada abad ke-7. Dahulu ilmu-ilmu yang lain dan psikologi termasuk kedalam ilmu filsafat, yang mana ilmu tersebut dipengaruhi/mengikuti sifat-sifat filsafat.

Hingga akhirnya pada pertengahan abad ke-19, psikologi menjadi suatu ilmu yang mandiri dan berdiri sendiri, yang mempelajari tentang kejiwaan manusia dengan menggunakan penelitian laboratorium, yang disebut dengan psikologi strukturalisme.


1. Issac Newton

Prinsip-prinsip Ilmu Newtonian

• Meskipun Tuhan adalah pencipta dunia, dia tidak ikut campur secara aktif dalam peristiwa-peristiwa dunia

• Dunia material diatur oleh hukum alam

• Tidak ada tempat untuk tujuan dalam hukum alam

• Klasifikasi bukanlah penjelasan.

• Hukum alam adalah mutlak


2. Nicolaus Copernicus

Lahir pada 19 Februari di Torun, Polandia, ia mengatakan bahwa bumi dan planet lainnya mengelilingi matahari, sehingga matahari menjadi pusat (Heliosentrisme).Pendapat ini bertentangan dengan pendapat umum yang berasal dari Hipparchus dan Ptolomeus yang menganggap bahwa bumi sebagai pusat alam semesta (gosentrisisme). 


3. Johannes Kepler

Johannes Kepler lahir di Jerman pada 27 Desember 1571 merupakan seorang matematikawan dan sekaligus astronom. Kepler memutuskan untuk merangkul teori Copernicus dengan dua alasan, yaitu: 

a. Kepler adalah seorang Platonis sama halnya seperti Copernicus yang mencari harmoni matematika sederhana yang menggambarkan alam semesta.

b. Kepler adalah seorang pemuja matahari dengan demikian ia tertarik pada martabat matahari yang lebih tinggi yaitu sebagai pusat alam semesta.


4. Galileo Galilei

Galileo lahir di Pisa, Italia pada 15 Febuari 1564 meninggal di umur 77 tahun di Arcetri, Toscana, 8 Januari 1642. Galileo adalah seorang yang memandang alam semesta sebagai sebuah mesin sempurna yang cara kerjanya hanya dapat dipahami dalam istilah matematika, maka dari itu Galile termasuk mendukung teori Copernicus mengenai peredaran bumi mengelilingi matahari, hal ini mengakibatkan Galileo harus di hukum dengan pengucilan (tahanan rumah) hingga meninggalnya.



F. Kesimpulan

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang membahas segala sesuatu mengenai jiwa, baik gejalanya, proses terjadinya, maupun latar belakang kejadian tersebut. Benjafiled (1996) dalam bukunya A History of Psychology menulis bahwa sejarah Psikologi dimulai saat munculnya teori tentang jiwa yang ditinjau berdasarkan pandangan matematis oleh Pythagoras (572-497 SM). Masa-masa berikutnya, Psikologi terus berkembang hingga pada tahun 1879, Psikologi lahir sebagai ilmu yang berdiri sendiri dan terpisah dari filsafat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#10 Psikologi Sosial

Semester 2   SOCIAL PSYCHOLOGY Psikologi sosial adalah ilmu tentang proses perkembangan intelektual atau mental manusia sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, psikologi sosial mempelajari topik yang mencakup perilaku manusia dalam konteks sosial. Kemudian kondisi interaksi sosial tidak hanya dipengaruhi oleh proses psikologis tetapi juga oleh kondisi lingkungan.  SOCIAL INFLUENCE Conformity (Konformitas)           Konformitas adalah perubahan pilihan, perilaku, ataupun tindakan karena mengikuti pilihan atau perilaku orang lain ataupun standar yang berlaku. Menurut David O'sear dan Peplau (1985), konformitas adalah sikap dari suatu individu yang dipengaruhi oleh individu yang lainnya. Penelitian tentang konformitas dilakukan oleh Solomon Asch pada tahun 1951. Ia melakukan penelitian dengan meminta peserta berkumpul dalam satu ruangan dan mereka diberitahu bahwa penelitian dilakukan dengan visual. Disediakan sebuah garis standar dan tig...

#4 Learning

Semester 2  LEARNING A. Definisi Learning               Belajar adalah ketika kita mempelajari sesuatu, ketika belajar bagaimana melakukan sesuatu. Belajar adalah setiap perubahan tingkah laku yang relatif permanen yang disebabkan oleh pengalaman. Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan, misalnya membaca, menulis dan sebagainya serta belajar itu akan lebih baik jika subjek mengalami dan melakukannya (Sardiman, 2008). Belajar sebenarnya adalah proses mengingat, karena tanpa kemampuan mengingat, orang tidak dapat mempelajari apa pun.               Tidak semua perubahan di raih dengan pembelajaran. Perubahan seperti bertambahnya tinggi badan atau ukuran otak adalah jenis perubahan lainnya yang dikendalikan oleh cetak biru genetik. Perubahan ini disebut pematangan yang disebabkan oleh biologi, bukan pengalaman. Misalnya, seorang anak yang belajar berjalan tidak h...