Langsung ke konten utama

Review Materi Pertemuan Ke-6

 

Rasionalisme


A. Pengertian Rasionalisme

Secara etimologis Rasionalisme berasal dari kata bahasa Inggris rationalism. Kata ini berakar dari kata bahasa Latin ratio yang berarti “akal”. 

A.R. Lacey menambahkan bahwa berdasarkan akar katanya Rasionalisme adalah sebuah pandangan yang berpegangan bahwa akal merupakan sumber bagi pengetahuan dan pembenaran.

Secara terminologi, rasionalisme adalah aliran yang berpegang pada prinsip bahwa akal harus diberi peranan utama dalam penjelasan.

Rasionalisme tidak mengingkari nilai pengalaman, melainkan pengalaman hanya dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran. Karenanya, aliran ini yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di dalam ide. 


B. Sejarah Rasionalisme

Rasionalisme berkembang pada pertengahan abad 17 hingga akhir abad 18. Latar belakangnya yaitu keinginan untuk membebaskan diri dari segala pemikiran tradisional. Perintis rasionalisme yaitu Heraclitus yang mekini bahwa akal melebihi panca indra sebagai sumber ilmu

Rasionalisme mencapai zaman puncaknya pada zaman Aristoteles yang memperkenalkan rasionalisme dengan menyusun kaidah ilmu logika secara sistematik. Rasionalisme merupakan bentuk penggunaan akal budi secara eksklusif untuk menemukan kebenaran. Rasionalisme terdapat hukum sebab akibat dan merupakan lawan dari empirisme


C. Tokoh-Tokoh Rasionalisme

1. Baruch Spinoza (1632-1677) 

Spinoza menolak pendapat Descartes mengenai Tuhan, materi, dan pikiran menjadi hal yang terpisah. Menurunya, ketiganya adalah aspek yang zatnya sama dan tak terpisahkan. Namun, hal ini membuat beliau dikucilkan oleh komunitas Yahudi dan Kristen.


TEORI SPINOZA

a. Nature of God

Menurut Spinoza, Tuhan tidak hanya membuat bumi bergerak. Namun, juga selalu hadir di alam semesta. Beliau menganut pahaman imismeprimitif. Dimana menurutnya Tuhan setara dengan hal-hal di alam semesta.

b. Mind-Body Relationship

Adapun pandangan beliau bahwa pikiran dan tubuh adalah 2 aspek yang sama seperti apabila kita melihat 2 sisi mata uang. Semua yang terjadi pada tubuh di alam sebagai emosi dan pikiran. Akan tetapi, emosi dan pikiran bisa mempengaruhi tubuh.

c. Denial of Free Will

Dalam bagian ini, beliau menyatakan bahwa Tuhan adalah alam yang berfungsi atas hukum tertentu. Seperti manusia yang merupakan bagian dari alam pemikiran dan perilaku manusia didasarkan oleh hal-hal yang sudah terjadi.

d. Self-Preservation As The Master Motive

Menurut beliau, kesenangan merupakan suatu hal yang mendukung ide yang jernih atau "clear ideas" dari suatu kondisi yang mendukung keberlangsungan pikiran. Kemudian pemikiran tersebut akan merefleksikan pemahaman mengenal keharusan sebab-akibat. Ide yang jernih dapat muncul apabila ada pemikiran yang aktif.

e. Emotions And Passions

Terdapat 48 emosi tambahan yang berasal dari interaksi emosi dasar dengan peristiwa yang dihadapi suatu individu sehari-hari. Emosi dasar ini berinteraksi dengan satu sama lain dan dapat ditransfer dari satu orang ke orang lain.

f. Spinoza's Influence

Di sini mulai muncul awal dari masa psikologi modern. Spinoza mengatakan bahwa kesetaraan tubuh dan pikiran adalah subjek sebagai hukum alam. Untuk semua pikiran yang tidak jernih harus dijernihkan dan gairah harus dikontrol oleh pemikiran yang rasional.


2. Nicolas de Malebranche (1638-1775)

Seorang pendeta yang berorientasi mistik, yang berasal dari Perancis. Nicolas menerima pemisahan tubuh-pikiran (Descartes), tapi menentang penjelasannya tentang interaksi keduanya. Tuhan memediasi interaksi antara tubuh dan pikiran, tidak ada kontak antara tubuh dan pikiran, yang ada hanyalah intervensi Tuhan yaitu keinginan untuk melakukan suatu menjadi alasan Tuhan untuk menggerakkan tubuh manusia (occasionalism).

Nicolas berpendapat bahwa sumber pengetahuan tersebut bukanlah bawaan lahir dan bukan muncul dari pengalaman, namun datang dari Tuhan dan manusia hanya dapat mengetahui hal-hal yang diperlihatkan atau diungkap Tuhan pada manusia. 


3. Gottfried Wilhelm von Leibniz (1646-1716) 

Gottfried W. Leibniz lahir pada tanggal 1 Juli 1646 di Leipzig, Jerman. Putra dari Friedrich Leibniz, seorang professor filsafat moral di Leipzig, Jerman. Salah satu pemikiran Gottfried Wilhelm Liebniz ialah tentang substansi. Menurutnya ada banyak substansi yang disebut dengan monad. Setiap monad berbeda satu dari yang lain dan Tuhan adalah pencipta monad-monad itu.


Beberapa Pemikiran yang diutarakan Leibniz

a. Disagreement with Locke

Ia tidak setuju dengan prinsip tabula rasa

Pikiran bersifat aktif bahwa tidak ada ide yang muncul dari pengalaman, melainkan ide adalah bawaan dari lahir

b. Monadology

Semua hal hidup dan duniaterdiri atas unit kehidupan (monad) yang tak terhitung jumlahnya. Manusia memiliki monad dengan kemampuan berpikir yang paling jernih. Monad tidak akan dapat dipengaruhi hal-hal diluar dirinya, perubahan hanya dapat dilakukan melalui perkembangan internal, yaitu aktualisasi potensi yang dimiliki

c. Mind-Body Relationship

Pengalaman itu penting, memfokuskan perhatian pada pemikiran yang ada dalam diri dan memungkinkan kita mengorganisasi pikiran kita untuk kemudian bertindak dengan tepat, namun pengalaman tidak dapat menciptakan ide. Kritik terhadap Leibniz adalah karena Tuhan yang menciptakan, dunia tidak dapat dikembangkan menjadi lebih baik dan apa yang terjadi adalah yang terbaik yang bisa terjadi di dunia ini.

d. Conscious and Unconscious Perception 

Law of continuity menjelaskan tidak ada hal yang muncul tiba-tiba. semua perubahan dimulai dari kecil ke besar atau selalu melalui tingkatan. Petite perceptions (persepsi yang berlangsung di bawah tingkat kesadaran kita) akan berkembang menjadi apperception (kumpulan petite perceptions yang memiliki cukup kekuatan untuk masuk dalam kesadaran kita) tingkatan.


4. Thomas Reid (1710-1796) 

Thomas Reid lahir pada tanggal 26 April di Strachan, Skotlandia. Reid adalah seorang scotsman. Tapi ia mewakili rasionalisme bukan empirisme. Reid membela keberadaan penalaran dengan mengatakan bahwa mereka yang mengklaim penalaran itu tidak ada pun menggunakan penalaran untuk meragukan itu.


Beberapa Pemikiran dari Thimas Reid

a. Common Sense (Akal Sehat)

Thomas Reid menuliskan sebuah karya yang berjudul An Inquiry into the Human Mind on the Principles of Common Sense pada tahun 1764. Thomas Reid mengungkapkan bahwa kelima panca indera dalam diri manusia mamberikan ilmu pengetahuan terhadap dunia. Thomas Reid menegaskan bahwa suatu pengetahuan juga didapat dari proses penalaran akal sehat.

b. Faculty Psychology (Kemampuan Psikologi)

Kemampuan psikologi merupakan kemampuan pikiran berpusat di dalam otak manusia. Misalnya seperti presepsi manusia, dalam hal ini dikarenakan manusia memiliki kemampuan untuk membuat presepsi.


Thomas Reid mempercayai bahwa kemampuan-kemampuan merupakan bagian dari pikiran yang ada kemudian mempengaruhi pada perilaku dan pikiran manusia. Seluruh kemampuan yang ada dalm diri manusia telah ada dalam dir manusia secara alamiah ketika baru dilahirkan dan bekerjasama dengan kemampuan yang lainnya. 


Karya-Karya Thomas Reid

  • An Inquiry into the Human Mind on the Principles of Common Sense (1764)
  • Essays on the Intellectual Powers of Man (1785)
  • Essays on the Active Powers of the Human Mind (1788) 


5. Immanuel Kant (1724-1804)

Immanuel Kant lahir pada 22 April di Königsberg, Rusia. kehidupan kant adalah kehidupan pikiran. Kant ingin membuktikan bahwa beberapa pengalaman tidak berdasarkan pengalaman subjektif saja. Rasionalisme kant ini sangat bergantung pada pengalaman indera dan kemampuan bawaan.

Kant merupakan murid dari leibniz. Ketika ia membaca filsafat hume, ia merasa tidak berkeyakinan sama dengan hume yang beranggapan bahwa tidak ada yang pasti karena semua pengetahuan didasarkan pengalaman subjektif, kant bependapat bahwa ada peran innate didalam proses cengetahuan, yang ia sebut sebagai Categories Of Thought.


CATEGORIES OF THOUGHT

menurut Kant, sumber konsep dari sebab tidak berasal dari pengalaman melainkan innate, atau bawaan, yang dinamainya categories of thought. Hal ini karena, menurutnya ada 10 unsur dalam categories of thought ini, yaitu: unity, totality, quantity, quality, time, space, cause and effect, negation, possibility dan impossibility, dan existence-non existence.


CAUSES OF MENTAL EXPERIENCE

kant beranggapan bahwa pengalaman mental merupakan hasil dari interaksi pasti antara sensasi dengan categories of thought. Menurut kant pikiran kita lah yang menciptakan suatu hal-setidaknya ketika kita sedang merasakannya. Ada dua persepsi menurut kant yang terdampak oleh innate :

1. Perception of time

2. Perception of space


CATEGORICAL IMPERATIVE

Kant merasa tidak cukup bagi kita untuk mengkategorikan suatu pengalaman sebagai menyenangkan dan tidak menyenangkan. Maka, kant sampai pada kesimpulan bahwa ada prinsip yang membuat sesuatu diinginkan atau tidak diinginkan. Prinsip ini ia sebut dengan nama categorical imperative. Dimana jika semua orang mengikuti prinsip ini maka akan tercipta komunitas yang adil. Namun ternyata prinsip ini tidak jauh berbeda dengan prinsip filsafat lama yaitu the golden rule "do unto others as you would have other do unto you".


INFLUENSI KANT

• Kant memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan psikologi

• Kant mengartikan psikologi sebagai gambaran analisis dari pikiran manusia dan bukan ilmu sains.

• Kant menemukan antropologi yang mempelajari masyarakat berperilaku

• Dampak paling signifikan kant adalah terhadap psikologi kontemporer yang ada di psikologi


6. Johann Friedrich Herbart (1776-1841) 

Johann Friedrich Herbart (lahir di Oldenburg, Jerman, 4 Mei 1776 – meninggal di Göttingen, Jerman, 14 Agustus 1841 pada umur 65 tahun) adalah seorang tokoh pendidik asal Jerman yang ternama dan berpengaruh pada akhir abad 18 dan awal abad 19.

Menurut Herbart, tujuan pendidikan adalah untuk kebajikan, dan untuk mendapatkan nya diperlukan pengetahuan. Maka pendidikan dan pengetahuan berfungsi memberikan pengetahuan itu. Kita mendapatkan pengetahuan karena diberi akal yang diberi oleh Tuhan. 

Menurutnya, akal adalah kumpulan gagasan dan pendidik perlu menolong pelajar untuk menambah pengetahuan. Herbart mengutamakan mutlaknya pengetahuan dan pengertian dalam kurikulum, yang mengurangi pentingnya perasaan dan keterampilan jasmani.


Pokok-pokok pikiran Herbart

PSIKOLOGI SEBAGAI SAINS

Herbart setuju dengan kant bahwa ilmu psikologi tidak bisa menjadi ilmu eksperimental, tetapi aktivitas kerja atak dapat dieskpresikan secara matematis. Maka menurut hebart, psikologi termasuk ilmu sains tetapi tidak dapat dieksperimenkan.


PSYCHIC MECHANICS

Beliau berpendapat bahwa ide memiliki dorongan sendiri untuk dapat berada di alam kesadaran atau consciousness. Menurut hebart, semua ide saling beradu untuk bisa berada di alam kesadaran yang nanti didasarkan oleh apperceptive mass. 


APPERCEPTIVE MASS

Hebart berpendapat, dalam suatu saat ide ide berkumpul dan menjadi kelompok kelompok di alam sadar, hal ini disebut apperceptive mass. Kelompok ide ini akan menjadi acuan apakah suatu ide baru atau yang sudah ada di alam bawah sadar bisa berada di alam kesadaran.


PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Selain dianggap sebagai salah satu psikolog matematika pertama, banyak yang menganggap Herbart sebagai psikolog pendidikan pertama. 

Teori Herbart untuk pendidikan dengan menawarkan saran berikut kepada guru :

1. Mengulas materi yang telah dipelajari

2. Mempersiapkan siswa untuk materi baru dengan memberikan gambaran tentang apa yang akan dipelajari selanjutnya. Ini menciptakan massa aperseptif reseptif.

3. Presentasikan materi baru

4. Kaitkan materi baru dengan apa yang telah dipelajari

5. Tunjukkan aplikasi materi baru dan berikan gambaran umum tentang apa yang akan dipelajari selanjutnya


INFLUENSI HEBART

• Memberikan status yang lebih dihormati kepada psikologi dengan pengakuannya sebagai ilmu matematis dan ilmu pendidikan.

•Usaha usahanya dalam menganalisis fenomena mental mendorong perkembangan psikologi sebagai ilmu eksperimental.



7. Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1770 - 1831)

Hegel lahir pada 27 Agustus 1770 di Stuttgart di selatan-barat Jerman. Hegel di anggap sebagai seorang filsuf yang mempelopori pemikiran Jerman pada abad ke- 19. Beliau juga terkenal dengan sistemnya yaitu dialektika untuk menjelaskan seluruh sejarah filsafat, ilmu pengetahuan, seni, agama, dan politik.

Georg Wilhelm Friedrich Hegel percaya bahwa baik sejarah manusia pada umumnya dan intelek manusia pada khususnya berkembang menuju Yang Mutlak melalui proses dialektika. 

Proses dialektika versi Hegel melibatkan :

1. Tesis (satu sudut pandang)

2. Antitesis (berlawanan sudut pandang)

3. Sintesis (kompromi antara tesis dan antitesis)




KESIMPULAN

  • Rasionalisme itu melihat bahwa akal itu penting, dan ada proses bawaan informasi yang nanti nya akan menjadi pengetahuan, bukan hanya mengandalkan dari pengalaman yang kita terima.
  • Pengalaman tidak selalu dapat dijadikan pengetahuan karena pengalaman itu berbeda beda tiap orang disebabkan akal nya, proses nya, dan tergantung analisa dari orang tersebut. 
  • Cara berpikir Rasionalisme adalah Deduktif (dari umum ke khusus), dimana cara berpikir nya lebih dalam dan lebih rinci. Berbeda dengan cara berpikir empirisme yaitu Induktif (dari khusus ke umum), dimana yang menjadi pengetahuan hanya berdasarkan pengalaman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#10 Psikologi Sosial

Semester 2   SOCIAL PSYCHOLOGY Psikologi sosial adalah ilmu tentang proses perkembangan intelektual atau mental manusia sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, psikologi sosial mempelajari topik yang mencakup perilaku manusia dalam konteks sosial. Kemudian kondisi interaksi sosial tidak hanya dipengaruhi oleh proses psikologis tetapi juga oleh kondisi lingkungan.  SOCIAL INFLUENCE Conformity (Konformitas)           Konformitas adalah perubahan pilihan, perilaku, ataupun tindakan karena mengikuti pilihan atau perilaku orang lain ataupun standar yang berlaku. Menurut David O'sear dan Peplau (1985), konformitas adalah sikap dari suatu individu yang dipengaruhi oleh individu yang lainnya. Penelitian tentang konformitas dilakukan oleh Solomon Asch pada tahun 1951. Ia melakukan penelitian dengan meminta peserta berkumpul dalam satu ruangan dan mereka diberitahu bahwa penelitian dilakukan dengan visual. Disediakan sebuah garis standar dan tig...

#4 Learning

Semester 2  LEARNING A. Definisi Learning               Belajar adalah ketika kita mempelajari sesuatu, ketika belajar bagaimana melakukan sesuatu. Belajar adalah setiap perubahan tingkah laku yang relatif permanen yang disebabkan oleh pengalaman. Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan, misalnya membaca, menulis dan sebagainya serta belajar itu akan lebih baik jika subjek mengalami dan melakukannya (Sardiman, 2008). Belajar sebenarnya adalah proses mengingat, karena tanpa kemampuan mengingat, orang tidak dapat mempelajari apa pun.               Tidak semua perubahan di raih dengan pembelajaran. Perubahan seperti bertambahnya tinggi badan atau ukuran otak adalah jenis perubahan lainnya yang dikendalikan oleh cetak biru genetik. Perubahan ini disebut pematangan yang disebabkan oleh biologi, bukan pengalaman. Misalnya, seorang anak yang belajar berjalan tidak h...