Langsung ke konten utama

Review Materi Pertemuan Ke-7

Perkembangan Awal dalam Fisiologi dan Tumbuhnya Psikologi Eksperimen

 

A. Perkembangan Awal Fisiologi

Fisiologi atau yang biasa dikenal juga dengan ilmu faal adalah salah satu cabang dari ilmu biologi yang berkaitan dengan pembahasan serta pencarian suatu sistem keberlangsungan tentang kehidupan.

Istilah arti kata fisiologis diambil dari Bahasa belanda yaitu fisiologi, yang dirangkai dan disusun dari dua kata Bahasa Yunani kuno yaitu fisis yang berarti pengertian hakikat atau asal-usul dan kata logia yang berarti makna penelitian. Pada abad ke-19, ilmu fisiologi mulai berkembang dengan pesat, secara khusus pada tahun 1838 dengan ditemukannya teori sel oleh Matthias Schleiden dan Theodor Schwann.

Kenapa para ilmuwan mempelajari persepsi dan sensasi?

Awalnya para ilmuwan tidak tertarik, hanya di bidang astronomi, sampai pada saat diberi suatu perlakuan tetapi reaksi orang beda beda, respon yang timbul itu berbeda, nah disini lah para ilmuwan mulai tertarik mempelajari tentang persepsi dan sensasi.

Ahli fisiologi mempelajari sifat saraf, konduksi saraf, perilaku refleksif, persepsi sensorik, fungsi otak, dan, pada akhirnya, hubungan sistematis antara rangsangan dan sensasi sensori.


Diprensy yaitu perbedaan atau ketidaksesuaian persepsi dengan realita yang dirasakan individu. 

 

B. Tokoh-Tokoh Ahli Fisiologis

1. Charles Bell (1774–1842) dan Francois Magendie (1783–1855)


Charles Bell membuat penemuan yaitu memisahkan fisiologi saraf kedalam studi fungsi sensorik dan motorik yaitu kedalam studi sensasi dan pergerakan. Temuannya menunjukkan bahwa fungsi mental tertentu dipengaruhi oleh struktur anatomi yang berbeda

Francois Magendie mempublikasikan hasil yang serupa dengan bell pada 11 tahun kemudian tanpa menyadari temuan bell.

Hukum Bell-Magendie menunjukkan saluran sensorik dan motorik yang terpisah di sumsum tulang belakang dan menyarankan daerah sensorik dan motorik yang terpisah di otak.

 

 

2. Johannes Muller (1801-1858)


        Sering disebut sebagai bapak filosofis eksperimen

        Ada lima jenis saraf sensorik

        Indra mempunyai karakteristik sensori masing-masing

        Organ indra sangat sensitif terhadap rangsangan tertentu (Iritabilitas Spesifik)

        Bukan sifat stimulus fisik tetapi sifat sistem saraf pusat lah yang menentukan sensasi.

        Sistem saraf merupakan perantara antara objek fisik dan keadaan

        Mendirikan institut fisiologi eksperimental pertama di dunia di Universitas Berlin

 

3. Herman Von Helmholtz (1821-1894)



        Ilmuwan terbesar pada abad ke-19

        Kontribusi kontribusi signifikan dalam fisika fisiologi dan psikologi

        Melakukan penelitian tentang "kecepatan konduksi saraf" di Konigsberg

        Sensasi merupakan peristiwa mental yang dihasilkan dari stimulasi sensorik

        Persepsi merupakan sensasi ditambah inferensi tidak sadar. Persepsi mengubah apa yang Indra berikan.

        Transformasi terjadi ketika informasi sensorik dibumbui oleh pengalaman masa lalu.

        Transmisi saraf tidak instan tetapi agak lambat dan mencerminkan proses fisik

 

Teori yang dikemukakan oleh Helmholtz

        Teori trikromatik (Penglihatan warna)

        Teori resonasi persepsi pendengaran (Tempat terjadinya proses pendengaran)

        Teori tanda (Bagaimana otak memberi tanda pada suatu pemahamannya)

 

4. Ewald Hering (1834-1918)



Ewald hering adalah seorang ahli fisiologi Jerman yang melakukan banyak penelitian tentang penglihatan warna, persepsi teropong dan pergerakan mata.

Pada saat kontroversi tentang fenomena persepsi dipelajari atau bawaan, ewald hering memihak kaum nativis

Ewald Hering juga seorang fenomenolog, serta teori tentang penglihatan warna.

Hering menentang vitalism, menyatakan setiap makhluk hidup memiliki roh

Prinsip kekekalan energi → energi itu tidak hilang, tetapi berubah

Rate Condaction → Seberapa cepat jalannya implus sampai diterima oleh otot

Semakin dekat stimulus dengan otot, semakin cepat proses jalannya rangsangan

mata sensitif terhadap 3 warna : merah, hijau, dan biru

TEORI HERING

        Persepsi Ruang

Mata memiliki kemampuan innet yang otomatis menerjemahkankan stimulus. Ewald Hering percaya bahwa ketika dirangsang, setiap titik diretina secara otomatis memberikan tiga jenis informasi tentang stimulus:

a. ketinggian

b. posisi kiri-malam

c. kedalaman.

        Warna

Hering mengemukakan ada tiga jenis reseptor pada retina tetapi masiang masing dapat merespon dalam dua cara yaitu :

a. reseptor merespons merah hijau

b. reseptor merespons kuning biru

c. reseptor merespons hitam putih

 

After Image → perubahan persepsi warna

 

5. Christine Ladd-Franklin (1847-1930)



Christine Ladd Franklin adalah seorang tokoh perempuan dalam bidang psikologi dan logika dari Amerika Serikat pada abad 19-20. Dia adalah ahli metematika, dan beralih ke psikologi dengan karya yang sangat terkenal, yaitu visi warna yang berlandaskan teori evolusi.

TEORI PENGLIHATAN WARNA

Ladd-Franklin mengumumkan teorinya tentang penglihatan warna, yang menurutnya lebih baik dari teori Helmholtz dan Hering.

Teori penglihatan warna Ladd-Franklin didasarkan pada teori evolusi. Dia mengamati bahwa bagian mata yang paling berkembang pesat adalah fovea, di mana, saat di siang hari, ketajaman visual dan sensitivitas warna paling besar.

Dia mencatat bahwa beberapa hewan buta warna dan berasumsi bahwa penglihatan achromatic muncul pertama kali dalam evolusi dan penglihatan warna muncul kemudian.

Dia berasumsi lebih lanjut bahwa mata manusia membawa sisa-sisa perkembangan evolusioner sebelumnya.

Setelah mempelajari dengan cermat zona warna yang ditetapkan pada retina dan fakta buta warna, Ladd-Franklin menyimpulkan bahwa penglihatan warna berkembang dalam tiga tahap.

Penglihatan Achromatic (hitam-putih) muncul pertama

kemudian kepekaan biru-kuning

dan akhirnya kepekaan merah-hijau.

 

6. Franz Joseph Gall



Fisiognomi adalah karakter seseorang dapat ditentukan dengan fitur wajah, struktur tubuh, dan pola kebiasaan postur dan gerakan.

Fregnologi adalah karakter seseorang ditentukan dengan benjolan atau cekungan pada tengkorak seseorang (tengkorak kepala).

TIGA TEORI GALL

adanya mental faculties → mempelajari otak

meneliti hewan dan orang yang meninggal

penelitian dari gall ini kejam karena dengan penghapusan beberapa bagian otak pada hewan yang ditelitinya.

 




7. Paul Broca (1824-1880)



• Melakukan otopsi otak dari seorang pria yang terkena stroke sehingga kehilangan kemampuan berbicara

• Menemukan bahwa bagian tertentu dari cerebral cortex di sisi kiri otak menjalankan fungsi-fungsi yang dibutuhkan dalam berbicara

Paul broca melakukan pengamatan dengan orang yang mengalami gangguan bicara, saat orang itu meninggal broca melakukan otopsi dan ternyata ada bagian otak yang mengalami lesi (kerusakan), yaitu bagian otak yang bertugas memproduksi bahasa, dinamakan area broca.

 

8. Gustav Fritsch, Eduard Hitzig, and David Ferrier

Fritsh dan Hitzig membuat dua penemuan penting. Pertama, bahwa korteks tidak peka. kedua, ketika tertentu area korteks dirangsang, gerakan otot ditimbulkan dari sisi yang berlawanan. Lalu Ferrier menemukan kotikal. Kemudian para peneliti kembali menemukan lagi area visual dan pendengaran.

 

C. Sejarah Psikologi Eksperimen

Psikologi eksperimen merupakan salah satu cabang dari ilmu psikologi. Psikologi eksperimen adalah salah satu ranah penelitian dalam psikologi modern yang menggunakan metode eksperimen sebagai alat utama dalam melakukan penelitian.

Rintisan psikologi eksperimen dimulai sejak zaman Johanes mueler (1801-1858) yang melakukan penelitian tentang sensasi. Hasil eksperimen yang menunjukkan bahwa tipe sensasi yang dihasilkan oleh saraf sensasi bersifat tunggal sesuai dengan rangsangan sebelumnya.

Selain mueler perintis psikologi eksperimen berikutnya adalah Hermawan Von helmholtz (1821-1844). Penelitian helmholtz tentang sensasi yang dikaitkan dengan warna-warni utama.

Psikologi eksperimen melakukan "penelitian dasar" untuk mempelajari proses-proses seperti

penginderaan dan pengamatan (bagaimana individu mengalami lingkungannya dan variabelvariabel apa yang menentukan interpretasi terhadap dunia sekitarnya)

belajar dan ingatan (bagaimana sesuatu tingkah laku dimodifikasi dan bagaimana modifikasi itu dipertahankan)

motivasi (apakah yang mendorong dan memberi arah tingkah laku seseorang)

 

D. Tokoh-Tokoh Psikologi Eksperimen

1. Ernst Heinrich Weber (1795-1878)



Weber lahir pada 24 Juni di Wittenberg. Ia merupakan salah satu ahli fisiologi yang tertarik pada indra peraba dan kinestetik. Weber juga salah satu orang pertama yang menunjukkan bahwa indra peraba tidak hanya ada satu, tetapi ada pula yang lain.

Indra Perabaan

Weber berusaha menemukan pemisahan spesialis terkecil yang mana kedua titik sentuhan tersebut dapat dibedakan. Jarak antara dua titik tersebut adalah two-point threshols (ambang). Dua ambang batas terkecil ada di lidah sekitar 1mm dan terbesar dipunggung yaitu di tengah punggung sekitar 60 mm. Weber menemukan two point treshold yaitu, Seberapa jarak terkecil kita dapat membedakan bahwa kita menerima dua rangsangan berbeda. Weber melakukan percobaan pada jangka, yang diletakkan ditangan, lalu menemukan bahwa jarak terkecil seseorang dapat membedakan dua rangsangan berbeda adalah 1 mm.

Indra Otot (kinestetik)

Saat melakukan penyelidikan pada bidangini, Weber melakukan percobaan pembedaan bobot. Ternyata ia mampu menentukan just noticable difference antara bobot standar dan bobot variabel. Ia berpendapat bahwa keterlibatan kinestasis dalam kondisi mengangkat beban memberikan kepekaan lebih besar terhadap perbedaan berat.

Penilaian itu relatif, tidak mutlak.

Selama penelitiannya tentang kinestesis, Weber membuat pengamatan yang mengejutkan bahwa jnd adalah pecahan konstan dari berat standar. Temuan just noticeable difference yang berhubungan dengan fraksi konstan stimulasi standar disebut sebagai Weber Law (Hukum Weber).

 

 

2. Gustav Theodor Fechner (1810-1887)



Fechner merupakan seorang ilmuan materialis, filsuf, spritualis dan mistik. Fechner percaya bahwa kesadaran tidak dapat dipisahkan dari hal hal fisik dan ia juga memiliki pemahaman panpsychism. Ia juga menciptakan bidang psikologi baru yaitu Psikofisika. Dan juga mengemukakan tentang absolute threshold dan differential threshold.

 

 

WILHELM WUNDT



Wilhelm Wundt (1832 - 1920) dilahirkan di Neckarau, Baden, Jerman, dari keluarga intelektual. Wilhelm M. Wundt , seorang psikolog dari Jerman , memperkenalkan metode eksperimen ke dalam studi psikologi. Wundt menciptakan sebuah eksperimen laboratorium dan dijadikan sebagai contoh oleh para ilmuwan sosial. 

Pemikiran Wundt terbagi atas beberapa point penting:

Adanya ‘an alliance between two science’, yaitu fisiologi dan psikologi. Fisiologi adalah ilmu yang menginformasikan fenomena kehidupan sebagaimana yang kita persepsikan melalui penginderaan eksternal sedangkan psikologi adalah  yang memungkinkan manusia melihat ke dalam dirinya dari sisi internal dirinya sendiri.

Contoh eksperimen wundt :

Dalam sebuah penelitian yang menguji mengenai pengaruh tayangan kriminalitas terhadap tingkat agresifitas anak , terdapat dua kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 orang. Kelompok pertama dimasukkan ke dalam sebuah ruangan selama beberapa waktu dan sengaja hanya diberikan tayangan kriminalitas, sedangkan kelompok kedua dibiarkan untuk memilih menonton tayangan apa saja. Setelah beberapa waktu, dapat dibandingkan hasil percobaan yang telah kita lakukan terhadap kelompok pertama dan kelompok kedua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#10 Psikologi Sosial

Semester 2   SOCIAL PSYCHOLOGY Psikologi sosial adalah ilmu tentang proses perkembangan intelektual atau mental manusia sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, psikologi sosial mempelajari topik yang mencakup perilaku manusia dalam konteks sosial. Kemudian kondisi interaksi sosial tidak hanya dipengaruhi oleh proses psikologis tetapi juga oleh kondisi lingkungan.  SOCIAL INFLUENCE Conformity (Konformitas)           Konformitas adalah perubahan pilihan, perilaku, ataupun tindakan karena mengikuti pilihan atau perilaku orang lain ataupun standar yang berlaku. Menurut David O'sear dan Peplau (1985), konformitas adalah sikap dari suatu individu yang dipengaruhi oleh individu yang lainnya. Penelitian tentang konformitas dilakukan oleh Solomon Asch pada tahun 1951. Ia melakukan penelitian dengan meminta peserta berkumpul dalam satu ruangan dan mereka diberitahu bahwa penelitian dilakukan dengan visual. Disediakan sebuah garis standar dan tig...

#4 Learning

Semester 2  LEARNING A. Definisi Learning               Belajar adalah ketika kita mempelajari sesuatu, ketika belajar bagaimana melakukan sesuatu. Belajar adalah setiap perubahan tingkah laku yang relatif permanen yang disebabkan oleh pengalaman. Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan, misalnya membaca, menulis dan sebagainya serta belajar itu akan lebih baik jika subjek mengalami dan melakukannya (Sardiman, 2008). Belajar sebenarnya adalah proses mengingat, karena tanpa kemampuan mengingat, orang tidak dapat mempelajari apa pun.               Tidak semua perubahan di raih dengan pembelajaran. Perubahan seperti bertambahnya tinggi badan atau ukuran otak adalah jenis perubahan lainnya yang dikendalikan oleh cetak biru genetik. Perubahan ini disebut pematangan yang disebabkan oleh biologi, bukan pengalaman. Misalnya, seorang anak yang belajar berjalan tidak h...