Perkembangan Awal dalam Fisiologi dan Tumbuhnya Psikologi Eksperimen
A.
Perkembangan Awal Fisiologi
Fisiologi
atau yang biasa dikenal juga dengan ilmu faal adalah salah satu cabang dari
ilmu biologi yang berkaitan dengan pembahasan serta pencarian suatu sistem
keberlangsungan tentang kehidupan.
Istilah arti
kata fisiologis diambil dari Bahasa belanda yaitu fisiologi, yang dirangkai dan
disusun dari dua kata Bahasa Yunani kuno yaitu fisis yang berarti pengertian
hakikat atau asal-usul dan kata logia yang berarti makna penelitian. Pada abad
ke-19, ilmu fisiologi mulai berkembang dengan pesat, secara khusus pada tahun
1838 dengan ditemukannya teori sel oleh Matthias Schleiden dan Theodor Schwann.
Kenapa para
ilmuwan mempelajari persepsi dan sensasi?
Awalnya para
ilmuwan tidak tertarik, hanya di bidang astronomi, sampai pada saat diberi
suatu perlakuan tetapi reaksi orang beda beda, respon yang timbul itu berbeda,
nah disini lah para ilmuwan mulai tertarik mempelajari tentang persepsi dan
sensasi.
Ahli
fisiologi mempelajari sifat saraf, konduksi saraf, perilaku refleksif, persepsi
sensorik, fungsi otak, dan, pada akhirnya, hubungan sistematis antara
rangsangan dan sensasi sensori.
Diprensy yaitu perbedaan atau ketidaksesuaian persepsi dengan realita yang dirasakan individu.
B.
Tokoh-Tokoh Ahli Fisiologis
1. Charles Bell (1774–1842) dan Francois Magendie (1783–1855)
Charles Bell
membuat penemuan yaitu memisahkan fisiologi saraf kedalam studi fungsi sensorik
dan motorik yaitu kedalam studi sensasi dan pergerakan. Temuannya menunjukkan
bahwa fungsi mental tertentu dipengaruhi oleh struktur anatomi yang berbeda
Francois
Magendie mempublikasikan hasil yang serupa dengan bell pada 11 tahun kemudian
tanpa menyadari temuan bell.
Hukum
Bell-Magendie menunjukkan saluran sensorik dan motorik yang terpisah di sumsum
tulang belakang dan menyarankan daerah sensorik dan motorik yang terpisah di
otak.
2. Johannes
Muller (1801-1858)
•
Sering
disebut sebagai bapak filosofis eksperimen
•
Ada
lima jenis saraf sensorik
•
Indra
mempunyai karakteristik sensori masing-masing
•
Organ
indra sangat sensitif terhadap rangsangan tertentu (Iritabilitas Spesifik)
•
Bukan
sifat stimulus fisik tetapi sifat sistem saraf pusat lah yang menentukan sensasi.
•
Sistem
saraf merupakan perantara antara objek fisik dan keadaan
•
Mendirikan
institut fisiologi eksperimental pertama di dunia di Universitas Berlin
3. Herman
Von Helmholtz (1821-1894)
•
Ilmuwan
terbesar pada abad ke-19
•
Kontribusi
kontribusi signifikan dalam fisika fisiologi dan psikologi
•
Melakukan
penelitian tentang "kecepatan konduksi saraf" di Konigsberg
•
Sensasi
merupakan peristiwa mental yang dihasilkan dari stimulasi sensorik
•
Persepsi
merupakan sensasi ditambah inferensi tidak sadar. Persepsi mengubah apa yang
Indra berikan.
•
Transformasi
terjadi ketika informasi sensorik dibumbui oleh pengalaman masa lalu.
•
Transmisi
saraf tidak instan tetapi agak lambat dan mencerminkan proses fisik
Teori yang
dikemukakan oleh Helmholtz
•
Teori
trikromatik (Penglihatan warna)
•
Teori
resonasi persepsi pendengaran (Tempat terjadinya proses pendengaran)
•
Teori
tanda (Bagaimana otak memberi tanda pada suatu pemahamannya)
4. Ewald
Hering (1834-1918)
Ewald hering
adalah seorang ahli fisiologi Jerman yang melakukan banyak penelitian tentang
penglihatan warna, persepsi teropong dan pergerakan mata.
Pada saat
kontroversi tentang fenomena persepsi dipelajari atau bawaan, ewald hering
memihak kaum nativis
Ewald Hering
juga seorang fenomenolog, serta teori tentang penglihatan warna.
Hering
menentang vitalism, menyatakan setiap makhluk hidup memiliki roh
Prinsip
kekekalan energi → energi itu tidak hilang, tetapi berubah
Rate
Condaction → Seberapa cepat jalannya implus sampai diterima oleh otot
Semakin
dekat stimulus dengan otot, semakin cepat proses jalannya rangsangan
mata
sensitif terhadap 3 warna : merah, hijau, dan biru
TEORI HERING
•
Persepsi
Ruang
Mata
memiliki kemampuan innet yang otomatis menerjemahkankan stimulus. Ewald Hering
percaya bahwa ketika dirangsang, setiap titik diretina secara otomatis
memberikan tiga jenis informasi tentang stimulus:
a.
ketinggian
b. posisi
kiri-malam
c.
kedalaman.
•
Warna
Hering
mengemukakan ada tiga jenis reseptor pada retina tetapi masiang masing dapat
merespon dalam dua cara yaitu :
a. reseptor
merespons merah hijau
b. reseptor
merespons kuning biru
c. reseptor
merespons hitam putih
After Image
→ perubahan persepsi warna
5. Christine
Ladd-Franklin (1847-1930)
Christine
Ladd Franklin adalah seorang tokoh perempuan dalam bidang psikologi dan logika
dari Amerika Serikat pada abad 19-20. Dia adalah ahli metematika, dan beralih
ke psikologi dengan karya yang sangat terkenal, yaitu visi warna yang
berlandaskan teori evolusi.
TEORI
PENGLIHATAN WARNA
Ladd-Franklin
mengumumkan teorinya tentang penglihatan warna, yang menurutnya lebih baik dari
teori Helmholtz dan Hering.
Teori
penglihatan warna Ladd-Franklin didasarkan pada teori evolusi. Dia mengamati
bahwa bagian mata yang paling berkembang pesat adalah fovea, di mana, saat di
siang hari, ketajaman visual dan sensitivitas warna paling besar.
Dia mencatat
bahwa beberapa hewan buta warna dan berasumsi bahwa penglihatan achromatic
muncul pertama kali dalam evolusi dan penglihatan warna muncul kemudian.
Dia
berasumsi lebih lanjut bahwa mata manusia membawa sisa-sisa perkembangan
evolusioner sebelumnya.
Setelah
mempelajari dengan cermat zona warna yang ditetapkan pada retina dan fakta buta
warna, Ladd-Franklin menyimpulkan bahwa penglihatan warna berkembang dalam tiga
tahap.
Penglihatan
Achromatic (hitam-putih) muncul pertama
kemudian
kepekaan biru-kuning
dan akhirnya
kepekaan merah-hijau.
6. Franz
Joseph Gall
Fisiognomi
adalah karakter seseorang dapat ditentukan dengan fitur wajah, struktur tubuh,
dan pola kebiasaan postur dan gerakan.
Fregnologi
adalah karakter seseorang ditentukan dengan benjolan atau cekungan pada
tengkorak seseorang (tengkorak kepala).
TIGA TEORI
GALL
adanya
mental faculties → mempelajari otak
meneliti
hewan dan orang yang meninggal
penelitian
dari gall ini kejam karena dengan penghapusan beberapa bagian otak pada hewan
yang ditelitinya.
7. Paul
Broca (1824-1880)
• Melakukan
otopsi otak dari seorang pria yang terkena stroke sehingga kehilangan kemampuan
berbicara
• Menemukan
bahwa bagian tertentu dari cerebral cortex di sisi kiri otak menjalankan
fungsi-fungsi yang dibutuhkan dalam berbicara
Paul broca
melakukan pengamatan dengan orang yang mengalami gangguan bicara, saat orang
itu meninggal broca melakukan otopsi dan ternyata ada bagian otak yang
mengalami lesi (kerusakan), yaitu bagian otak yang bertugas memproduksi bahasa,
dinamakan area broca.
8. Gustav
Fritsch, Eduard Hitzig, and David Ferrier
Fritsh dan
Hitzig membuat dua penemuan penting. Pertama, bahwa korteks tidak peka. kedua,
ketika tertentu area korteks dirangsang, gerakan otot ditimbulkan dari sisi
yang berlawanan. Lalu Ferrier menemukan kotikal. Kemudian para peneliti kembali
menemukan lagi area visual dan pendengaran.
C. Sejarah
Psikologi Eksperimen
Psikologi
eksperimen merupakan salah satu cabang dari ilmu psikologi. Psikologi
eksperimen adalah salah satu ranah penelitian dalam psikologi modern yang
menggunakan metode eksperimen sebagai alat utama dalam melakukan penelitian.
Rintisan
psikologi eksperimen dimulai sejak zaman Johanes mueler (1801-1858) yang
melakukan penelitian tentang sensasi. Hasil eksperimen yang menunjukkan bahwa
tipe sensasi yang dihasilkan oleh saraf sensasi bersifat tunggal sesuai dengan
rangsangan sebelumnya.
Selain
mueler perintis psikologi eksperimen berikutnya adalah Hermawan Von helmholtz
(1821-1844). Penelitian helmholtz tentang sensasi yang dikaitkan dengan
warna-warni utama.
Psikologi
eksperimen melakukan "penelitian dasar" untuk mempelajari
proses-proses seperti
penginderaan
dan pengamatan (bagaimana individu mengalami lingkungannya dan variabelvariabel
apa yang menentukan interpretasi terhadap dunia sekitarnya)
belajar dan
ingatan (bagaimana sesuatu tingkah laku dimodifikasi dan bagaimana modifikasi
itu dipertahankan)
motivasi
(apakah yang mendorong dan memberi arah tingkah laku seseorang)
D.
Tokoh-Tokoh Psikologi Eksperimen
1. Ernst
Heinrich Weber (1795-1878)
Weber lahir
pada 24 Juni di Wittenberg. Ia merupakan salah satu ahli fisiologi yang
tertarik pada indra peraba dan kinestetik. Weber juga salah satu orang pertama
yang menunjukkan bahwa indra peraba tidak hanya ada satu, tetapi ada pula yang
lain.
Indra
Perabaan
Weber
berusaha menemukan pemisahan spesialis terkecil yang mana kedua titik sentuhan
tersebut dapat dibedakan. Jarak antara dua titik tersebut adalah two-point
threshols (ambang). Dua ambang batas terkecil ada di lidah sekitar 1mm dan
terbesar dipunggung yaitu di tengah punggung sekitar 60 mm. Weber menemukan two
point treshold yaitu, Seberapa jarak terkecil kita dapat membedakan bahwa kita
menerima dua rangsangan berbeda. Weber melakukan percobaan pada jangka, yang
diletakkan ditangan, lalu menemukan bahwa jarak terkecil seseorang dapat
membedakan dua rangsangan berbeda adalah 1 mm.
Indra Otot
(kinestetik)
Saat
melakukan penyelidikan pada bidangini, Weber melakukan percobaan pembedaan
bobot. Ternyata ia mampu menentukan just noticable difference antara bobot
standar dan bobot variabel. Ia berpendapat bahwa keterlibatan kinestasis dalam
kondisi mengangkat beban memberikan kepekaan lebih besar terhadap perbedaan
berat.
Penilaian
itu relatif, tidak mutlak.
Selama
penelitiannya tentang kinestesis, Weber membuat pengamatan yang mengejutkan
bahwa jnd adalah pecahan konstan dari berat standar. Temuan just noticeable
difference yang berhubungan dengan fraksi konstan stimulasi standar disebut
sebagai Weber Law (Hukum Weber).
2. Gustav
Theodor Fechner (1810-1887)
Fechner
merupakan seorang ilmuan materialis, filsuf, spritualis dan mistik. Fechner
percaya bahwa kesadaran tidak dapat dipisahkan dari hal hal fisik dan ia juga
memiliki pemahaman panpsychism. Ia juga menciptakan bidang psikologi baru yaitu
Psikofisika. Dan juga mengemukakan tentang absolute threshold dan differential
threshold.
WILHELM WUNDT
Wilhelm Wundt (1832 - 1920) dilahirkan di Neckarau, Baden, Jerman, dari keluarga intelektual. Wilhelm M. Wundt , seorang psikolog dari Jerman , memperkenalkan metode eksperimen ke dalam studi psikologi. Wundt menciptakan sebuah eksperimen laboratorium dan dijadikan sebagai contoh oleh para ilmuwan sosial.
Pemikiran Wundt terbagi atas beberapa point penting:
Adanya ‘an alliance between two science’, yaitu fisiologi dan psikologi. Fisiologi adalah ilmu yang menginformasikan fenomena kehidupan sebagaimana yang kita persepsikan melalui penginderaan eksternal sedangkan psikologi adalah yang memungkinkan manusia melihat ke dalam dirinya dari sisi internal dirinya sendiri.
Contoh eksperimen wundt :
Dalam sebuah penelitian yang menguji mengenai pengaruh tayangan kriminalitas terhadap tingkat agresifitas anak , terdapat dua kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 orang. Kelompok pertama dimasukkan ke dalam sebuah ruangan selama beberapa waktu dan sengaja hanya diberikan tayangan kriminalitas, sedangkan kelompok kedua dibiarkan untuk memilih menonton tayangan apa saja. Setelah beberapa waktu, dapat dibandingkan hasil percobaan yang telah kita lakukan terhadap kelompok pertama dan kelompok kedua
Komentar
Posting Komentar