Langsung ke konten utama

Review Materi Pertemuan Ke-14

 ALIRAN HUMANISTIK


A. Sejarah Humanistik
  • Tahun 1920-an dan 1930-an, strukturalisme, fungsionalisme, behaviorisme, psikologi gestalt, dan psikoanalisis hidup secara berhubungan.
  • Pada tahun 1950, hanya behaviorisme dan psikoanalisis yang tetap berpengaruh. Pada masa ini pengetahuan tentang behaviorisme dan psikoanalisis dipandang banyak orang sebagai sebuah penyimpangan
  • Pada awal 1960, psikologi kekuatan ketiga yang dipimpin Abraham Maslow menentang behaviorisme dan psikoanalisis karena dianggap merendahkan manusia.
  • Syarat humanistik harus fokus pada konsep yang mengakui statusnya sebagai pribadi atau individu, tidak dapat dikurangi ketingkat yang lebih dasar dan nilai uniknya sebagai makhluk berpotensi.
  • Fokus dari psikologi humanistik adalah pada spesifitas manusia, yang membedakan manusia tidak semata-mata sebagai organisme biologis oleh pengalaman dan budaya tetapi sebagai pribadi, entitas simbolis yang mampu merenungkan keberadaannya, meminjamkan makna dan arahnya.

B. Fenomenologi, Psikologi Eksistensial
  • Dalam bentuk umum, fenomenologi mengacu pada metodologi apa pun yang berfokus pada pengalaman kognitif tanpa mencoba mengurangi pengalaman itu ke bagian-bagian komponennya. Dengan demikian seseorang dapat mempelajari kesadaran tanpa menjadi seorang fenomenolog.
  • Itulah yang terjadi ketika Wundt dan Titchener mencoba untuk mengurangi pengalaman sadar pada elemen dasarnya. Namun, setelah membuat perbedaan ini fenomenologi dapat mengambil banyak bentuk. 
  • Fenomenologi Johann Goethe dan Ernst Mach berfokus pada sensasi kompleks termasuk afterimages dan ilusi. 
  • Fenomenologi Franz Brentano dan rekan-rekannya berfokus pada psikologis tindakan seperti menilai, mengingat mengharapkan, meragukan, takut, berharap, atau mencintai.
  • Brentano percaya bahwa setiap tindakan mental mengacu pada sesuatu diluar dirinya, fenomenologi Brentano berperan penting dalam perkembangan eksistensialisme modern, terutama melalui pengaruhnya terhadap Edmund Husserl. Eksistensialis sendiri tertarik pada sifat keberadaan manusia.
  • Fenomenologi memiliki tujuan untuk menemukan esensi dari pengalaman sadar.
  • Heidegger menggunakan fenomenologi untuk mengembangkan eksistensialisme yang lebih fokus pada pembahasan keberadaan manusia.
C. Tokoh-Tokoh Humanistik

Martin Heidegger (1889-1976)  
  • Martin Heidegger lahir pada tanggal 26 September. 
  • Martin Heidegger adalah murid Husserl dan dia mendedikasikan bukunya yang terkenal "Being and Time " kepada Husserl.
  • Karya Heidegger dianggap sebagai jembatan antara filsafat eksistensial dan psikologi eksistensial. 
  • Heidegger adalah seorang fenomenolog, Heidegger menggunakan fenomenologi untuk memeriksa totalitas keberadaan manusia
Dasein
    Maksud dari dasein adalah hubungan antara manusia dengan alam atau dunia. Heidegger menggunakan istilah dasein untuk menunjukkan bahwa seseorang dan dunia tidak dapat dipisahkan. Bagi Heidegger, manusia dan dunia saling berkaitan satu sama lain. Sehingga fokus Heidegger ada pada ke khususan manusia. Manusia bukan semata-mata organisme yang dimodifikasi dengan pengalaman dan budaya tapi pribadi yang dapat merenungkan keberadaannya.


Ludwig Biswanger (1881-1966)
  • Biswanger adalah salah satu psikoanalis Feurdian pertama di Swiss
  • Biswanger menerapkan fenomenologi pada psikiatri, dan kemudian dia menjadi analis eksistensial
  • Menurut Biswanger, seseorang harus belajar bagaimana orang tersebut memandang hidupnya saat ini.
Modes of Existence
Biswanger membahas tiga mode keberadaan yang berbeda dimana individu memberi makna melaui kesadran mereka.
1. Unwelt (diseluruh dunia) yaitu dunia benda dan peristiwa
2. Mitwelt (dengan dunia) yaitu interaksi dengan manusia lain
3. Eigenwelt (dunia sendiri) yaitu pribadi seseorang, batinnya, subjektif pengalaman

Ground of Existence
- Bagi Biswanger, keadaan dimana seseorang dilemparkan menentukannya dasar keberadaan
- Didefenisikan sebagai kondisi dimana seseorang menjalankan kebebasan pribadinya


Rolo May (1909-1994)
Rollo May memperkenalkan eksistensialisme Heideggerian ke psikologi AS melalui buku-bukunya yang telah diedit Existence: A New Dimension in Psychiatry and Psychology (1958) bersama Angel & Ellenberger dan Existential Psychology (1961). May terutama bertanggung jawab untuk memasukkan filosofi eksistensial Eropa ke dalam psikologi AS. May lahir pada 21 April di Ada, Ohio. Pada 1940 May belajar psikoanalisa di William Alanson White Institute of Psychiatry, Psychoanalysis, and Psychology, dan ia praktek sebagai psikoanalis di tahun 1946. May sangat dipengaruhi oleh Kierkegaard, yang telah menolak keyakinan Hegel bahwa kehidupan individu hanya memiliki makna sejauh berkaitan dengan totalitas benda, yang disebut Hegel sebagai The Absolute.

 The Human Dilemma
    May (1967) menunjukkan bahwa manusia adalah objek sekaligus subjek pengalaman. Kita adalah objek dalam arti bahwa kita ada secara fisik, dan oleh karena itu banyak hal terjadi pada kita. Sebagai objek, kita tidak dibedakan dari benda-benda fisik lainnya yang dipelajari oleh ilmu-ilmu alam. Namun, selain menjadi objek, kita juga menjadi subjek. Artinya, kita tidak sekadar memiliki pengalaman, kita juga menafsirkan, menghargai, dan membuat pilihan terkait pengalaman. Aspek ganda dari sifat manusia ini disebut dilema manusia yang menjadikan manusia unik di alam semesta

Normal and Neurotic Anxiety
    May percaya bahwa fakta terpenting tentang manusia adalah bahwa mereka bebas. Kebebasan disertai dengan tanggung jawab, ketidakpastian, dan karena itu kecemasan. Neurotic anxiety tidak kondusif untuk pertumbuhan pribadi karena dihasilkan dari rasa takut akan kebebasan. Orang yang mengalami kecemasan neurotik menjalani hidupnya sedemikian rupa sehingga mengurangi atau menghilangkan kebebasan pribadi. Kierkegaard menyebut situasi neurotik itu tertutup. Neurotik tertutup dari dirinya sendiri maupun dari orang lain sehingga dia menjadi terasing dari dirinya yang sebenarnya. Self-alienation tidak hanya menghasilkan rasa bersalah tetapi juga sikap apatis dan putus asa.



George Kelly (1905-1967)
  • George Kelly lahir pada tanggal 28 April di sebuah pertanian dekat Perth, Kansas
  • Kurangnya pelatihan psikologi klinis, dan sikap pragmatisnya, Kelly dapat leluasa dalam menangani masalah emosional, dan pengamatan nya akhirnya menghasilkan teori kepribadian yang unik
  • Menurut Kelly, bukan pengalaman umum yang membuat orang serupa, melainkan bagaimana mereka menafsirkan realitas. Teori Kelly hampir mirip dengan teori individual Adler, bahwa manusia tidak diatur oleh realita, akan tetapi membuat tujuannya sendiri berdasarkan cara individu memaknai setiap peristiwa.
  • Kelly mengamati bahwa tujuan utama ilmuwan adalah mengurangi ketidakpastian, dan karena dia percaya bahwa hal itu juga tujuan semua manusia, dia berkata semua manusia seperti ilmuwan
  • Dengan konsepnya alternative konstruktif, Kelly menyesuaikan dirinya dengan eksistensialis. Kelly menegaskan bahwa orang bebas memilih konstruksi yang mereka gunakan dalam berinteraksi dengan dunia
  • Meskipun pemikiran Kelly bersifat eksistensialis, tidak ada bukti bahwa ia secara langsung dipengaruhi filsuf atau psikologi eksitensialis. Namun dia menyadari filosofi Vaihinger tentang "as if" 
        Pendekatan terapi menurut Kelly berdasarkan pemikiran bahwa masalah psikologis merupakan kesalahan dalam persepsi, sehingga terapis berfungsi untuk membantu klien melihat sesuatu dengan cara yang berbeda. Kelly memulai terapi dengan meminta klien menuliskan self-characterization, dari hal tersebut, Kelly dapat melihat bagaimana klien memandang dirinya sendiri, dunia, serta orang lain.


Abraham Maslow (1908-1970)
    Abraham Maslow adalah teoretikus yang banyak memberi inspirasi dalam teori kepribadian. Ia juga seorang psikolog yang berasal dari Amerika dan menjadi seorang pelopor aliran psikologi humanistik. Ia terkenal dengan teorinya tentang Hierarki Kebutuhan Manusia.
Prinsip dasar psikologi humanistik adalah sebagai berikut: 
1. Mempelajari manusia dengan manusia dan bukan hewan.
2. Realitas subjektif adalah pedoman utama bagi perilaku manusia 
3. Mempelajari individu lebih informatif dibandingkan mempelajari kesamaan kelompok. 
4. Penelitian harus mencari informasi yang akan membantu memecahkan masalah manusia
5. Untuk menemukan hal-hal yang memperluas dan memperkaya pengalaman manusia diperlukan upaya yang besar 
6. Tujuan psikologi harus merumuskan gambaran lengkap tentang apa artinya menjadi manusia. Mencakup pentingnya bahasa, proses menilai, berbagai emosi manusia, dan cara manusia mencari dan mencapai makna dalam hidup mereka.






Carl Rogers (1902-1987)
    Carl Rogers adalah seorang Psikolog yang terkenal dengan pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien. Rogers melakukan terapi dengan tujuan hanya "memantulkan" diri kliennya sendiri, maka layanan konsultasi ala Rogers ini kemudian disebut sebagai "Client-Centered" atau berpusat pada klien. Rogers percaya bahwa manusia memiliki daya hidup yang disebut dengan kecenderungan aktualisasi, yaitu motivasi yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensinya semaksimal mungkin. Rogers kemudian menyusun teorinya dengan pengalamannya sebagai terapis selama bertahun-tahun.

Adapun Grand teori Humanistik menurut Carl Rogers yaitu:
1. Asumsi-asumsi diri dan aktualisasi diri
    - Kecenderungan Formatif
    - Kecenderungan mengaktualisasi diri
        
        Struktur Kepribadian Rogers
  • Organisme : Makhluk lengkap dengan fungsi fisik dan psikologinya, tempat pengalaman, potensial dalam kesadaran, dan tepat persepsi seseorang
  • Phenomenal Field : keseluruhan pengalaman, baik yang internal maupun eksternal, baik yang disadari maupun tidak.
  • Self : satu-satunya kepribadian yang sebenarnya, terbentuk melalui diferensiasi phenomenal field.
        Dinamika Kepribadian
  • Positif Regard : Kebutuhan diri agar diterima dengan baik, dicintai, dan diakui di lingkungan
  • Self Consistency dan Congruence : Organisme berfungsi untuk memelihara consistency, persepsi diri, dan congruence antara persepsi diri dengan pengalaman
  • Aktualisasi diri : Ragers memandang bahwa organisme terus menerus bergerak maju

2. Menjadi Sebuah Pribadi
    - Hakikat Pribadi (self)
            Rogers mengemukakan 19 rumusan mengenai hakekat pribadi (self), salah satu nya yaitu: Organisme mempunyai kecenderungan pokok yaitu keinginan untuk mengaktualisasikan, memelihara, meningkatkan diri (self actualizationmaintain-enhance).

    - Pribadi yang Utuh
             menggambarkan individu yang memakai kapasitas dan bakatnya, merealisasi potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendirian seluruh tentang pengalamannya. Rogers memerinci 5 ciri kepribadian orang yang berfungsi sepenuhnya, yaitu: Keterbukaan pada pengalaman, kehidupan eksistensial, kepercayaan terhadap organisme orang sendiri, perasaan bebas, dan kreativitas.


 

D. Comparison of Existential and Humanistic Psychology
  1. Manusia memiliki kehendak bebas dan bertanggung jawab atas tindakannya.
  2. Metode yang paling tepat untuk mempelajari manusia adalah fenomenologi, studi tentang pengalaman subjektif yang utuh.
  3. Untuk dipahami, manusia harus dipelajari secara keseluruhan. Elementisme jenis apa pun memberikan pandangan yang menyimpang tentang sifat manusia.
  4. Manusia itu unik, dan karena itu apa pun yang dipelajari tentang hewan lain tidak relevan dengan pemahaman manusia.
  5. Setiap manusia itu unik, oleh karena itu apapun yang dipelajari tentang satu manusia tidak relevan dengan pemahaman orang lain.
  6. Hedonisme bukanlah motif utama dalam perilaku manusia. Alih-alih mencari kesenangan dan menghindari rasa sakit, manusia mencari kehidupan yang bermakna yang ditandai dengan pertumbuhan pribadi.
  7. Menjalani kehidupan yang lebih baik daripada menjalani kehidupan yang tidak autentik.
  8. Karena mereka memiliki atribut unik seperti kehendak bebas, manusia tidak dapat dipelajari secara efektif dengan menggunakan metodologi ilmiah tradisional.

E. Evaluasi
  • Psikolog humanistik modern dimulai sebagai gerakan protes terhadap Behaviorisme dan Psikoanalisis.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

#10 Psikologi Sosial

Semester 2   SOCIAL PSYCHOLOGY Psikologi sosial adalah ilmu tentang proses perkembangan intelektual atau mental manusia sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, psikologi sosial mempelajari topik yang mencakup perilaku manusia dalam konteks sosial. Kemudian kondisi interaksi sosial tidak hanya dipengaruhi oleh proses psikologis tetapi juga oleh kondisi lingkungan.  SOCIAL INFLUENCE Conformity (Konformitas)           Konformitas adalah perubahan pilihan, perilaku, ataupun tindakan karena mengikuti pilihan atau perilaku orang lain ataupun standar yang berlaku. Menurut David O'sear dan Peplau (1985), konformitas adalah sikap dari suatu individu yang dipengaruhi oleh individu yang lainnya. Penelitian tentang konformitas dilakukan oleh Solomon Asch pada tahun 1951. Ia melakukan penelitian dengan meminta peserta berkumpul dalam satu ruangan dan mereka diberitahu bahwa penelitian dilakukan dengan visual. Disediakan sebuah garis standar dan tig...

#4 Learning

Semester 2  LEARNING A. Definisi Learning               Belajar adalah ketika kita mempelajari sesuatu, ketika belajar bagaimana melakukan sesuatu. Belajar adalah setiap perubahan tingkah laku yang relatif permanen yang disebabkan oleh pengalaman. Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan, misalnya membaca, menulis dan sebagainya serta belajar itu akan lebih baik jika subjek mengalami dan melakukannya (Sardiman, 2008). Belajar sebenarnya adalah proses mengingat, karena tanpa kemampuan mengingat, orang tidak dapat mempelajari apa pun.               Tidak semua perubahan di raih dengan pembelajaran. Perubahan seperti bertambahnya tinggi badan atau ukuran otak adalah jenis perubahan lainnya yang dikendalikan oleh cetak biru genetik. Perubahan ini disebut pematangan yang disebabkan oleh biologi, bukan pengalaman. Misalnya, seorang anak yang belajar berjalan tidak h...