Langsung ke konten utama

#2 Psikologi Biologis dalam Psikologis

 Semester 2

PERSPEKTIF BIOLOGIS DALAM PSIKOLOGI

Neuron dan Saraf

Tubuh manusia memerlukan sistem yang mengatur dan mengendalikan kerja organ sehingga dapat terkoordinasi dengan baik. Salah satu dari beberapa sistem pada tubuh manusia adalah sistem saraf.

Neuron
        Struktur Neuron


Neuron ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu: 
1) Badan sel (soma cell) 
            Badan sel berfungsi untuk mempertahankan keberlangsungan sel dan neuron (Cicarelli & White, 2017). Badan sel tersusun atas: 
  • Satu nukleus tunggal, nukleolus yang menonjol dan organel lain, seperti badan golgi dan mitokondria. 
  • Badan nissi yang terdiri dari retikulum endoplasma dan ribosom bebas yang berfungsi dalam sintesis protein. 
  • Neurofibril, yaitu neurofilamen dan neurotubulus yang dapat dilihat melalui mikroskop cahaya yang diberi pewarnaan perak. 
2) Dendrit 
            Dendrit berbentuk seperti cabang pohon yang bertugas sebagai penerima informasi atau rangsangan dari sel lain (Cicarelli & White, 2017).
 
 3) Akson 
            Akson berbentuk seperti tabung yang memiliki fungsi sebagai penghantar informasi atau rangsangan dari badan sel ke neuron atau sel lain (Cicarelli & White, 2017

    Impuls Saraf 
1) Potensial Istirahat 
            Neuron dalam keadaan istirahat, ion K+ dan ion Na+ di dalam maupun di luar membran sel memiliki konsentrasi yang berbeda sehingga terciptanya potensial difusi. Dalam keadaan istirahat, muatan listrik di dalam akson bermuatan negatif dan muatan listrik pada bagian luar bermuatan positif. Voltase sel relatif berkisar antara -50 mV sampai -80 mV terhadap voltase luar, tergantung pada kondisi neuron dan ektraseluler yang mengelilingi sel. 

2) Potensial Aksi 
            Potensial aksi adalah hasil dari depolarisasi membran (membran permiabel terhadap ion Na, lalu mengalir ke interior akson sehingga potensial membran dari negatif meningkat ke arah positif) yang diikuti dengan repolarisasi (ion positif dengan cepat mengalir keluar akson dan mengembalikan muatan negatifnya sehingga akson kembali ke keadaan istirahatnya).

    Sel Glia 
            Sel primer lainnya disebut glia, atau sel glial, yang melayani berbagai fungsi. Beberapa glia berfungsi sebagai semacam struktur di mana neuron berkembang, bekerja dan yang menahan neuron di tempatnya.


            Sel Schwaan dan oligodendrocytes yang merupakan dua tipe sel glial khusus menghasilkan myelin yaitu lapisan zat berlemak. Sel Schwann menghasilkan myelin untuk neuron tubuh (sistem saraf perifer), sedangkan Oligodendrosit menghasilkan myelin untuk neuron di otak dan sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat). 

    Neurotransmitter
            Neurotransmitter adalah senyawa kimiawi dalam sel sinaptik yang memberikan pesan kepada sel selanjutnya. Beberapa neurotransmitter dan fungsinya, yaitu:

1) Asetikolin (ACh)
            Asetikolin berperan dalam merangsang aktivitas hormon, meningkatkan daya ingat, dan pengendalian otot.

2) Norepinefrin (NE)
            Norepinefrin berperan dalam mempengaruhi gairah dan suasana hati.

3) Dopamin (DA)
            Dopamin berperan dalam mengendalikan gerakan dan kebahagiaan.

4) Serotonin (5-HT)
            Serotonin berperan dalam mengatur aktivitas tidur, suasana hati, kekhawatiran, dan nafsu makan. 

5) Asam Gamma-aminobutirat (GABA) 
            Asam Gamma-aminobutirat berperan dalam menciptakan rasa ngantuk dan menghambat gerakan. 

6) Glutamat  
            Glutamat berperan dalam pembentukan memori, pengembangan sistem saraf, dan plastisitas sinapsis.
 
7) Endorfin 
            Endorfin berperan dalam menghilangkan rasa sakit.





Sistem Saraf Pusat

            Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak maupun sumsum tulang belakang terdiri dari neuron dan sel glial yang mengontrol, dan semua pikiran, emosi, dan tindakan. Otak adalah intinya. Dalam sistem saraf, bagian sensitif dari informasi yang didapat dari indera, membuat keputusan dan mengirim perintah ke otot dan bagian tubuh lainnya saat dibutuhkan. Otak bertanggung jawab untuk kognisi dan Pikiran termasuk belajar, memori dan bahasa







Struktur dan bagian otak

Para peneliti mempelajari tentang otak dengan kerusakan yang tidak disengaja ataupun memanipulasi jaringan otak dengan sengaja.

Struktur Pemetaan, Selain memperhatikan tingkah laku seseorang, para peneliti atau ilmuawan harus menunggu seseorang sampai meninggal agar bisa menyelidiki sepenuhnya apakah ada perubahan atau kerusakan pada orang seseorang tersebut.

 



Otak Besar 
        Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari. Otak besar mengandung cairan serebrospinal yang menyerupai plasma darah dan cairan interstisial, berada di sekelilingnya, serta berguna untuk memberi makanan pada otak serta melindungi otak dari goncangan. Otak besar merupakan pusat saraf utama karena memiliki fungsi yang sangat penting dalam mengatur semua aktivitas tubuh, dimana secara terperinci, aktivitas tersebut dikendalikan pada daerah yang berbeda.
 
Otak Kecil 
        Otak kecil merupakan bagian dari otak yang berperan sebagai pengatur sikap dan posisi tubuh, keseimbangan, serta koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Dengan kata lain, otak kecil merupakan pusat keseimbangan tubuh seseorang. Jika bagian otak kecil seseorang terluka atau cidera, maka orang tersebut akan kehilangan keseimbangan tubuh, kehilangan kemampuan berbicara, serta mempengaruhi kemampuannya dalam bergerak


Sistem Saraf Tepi

        Sistem saraf tepi adalah sistem saraf yang memungkinkan organ tubuh, seperti kulit, mata, telinga, dan hidung untuk berkomunikasi dengan otak dan sumsum tulang belakang serta memberi wewenang kepada otak dan sumsum tulang belakang untuk mengontrol otot dan kelenjar tubuh.




        Sistem saraf tepi terdiri atas dua bagian, yaitu :

a. Sistem Saraf Somatik (sadar)
            Sistem saraf somatik terbentuk dari jalur sensorik, yaitu berisi semua saraf yang membawa pesan dari indera menuju sistem saraf pusat (saraf yang mengandung afferent neurons), dan juga jalur motorik, yaitu semua saraf yang membawa pesan dari sistem saraf pusat menuju otot sukarela atau otot yang memungkinkan individu untuk menggerakan tubuhnya (saraf yang terdiri dari efferent neurons). Contohnya tangan yang terkena api atau benda tajam, maka akan merasakan panas atau sakit dan menjauhinya.

b. Sistem Saraf Otonom (tidak sadar)
            Sistem saraf otonom sering disebut dengan sistem saraf tak sadar yang bisa dilakukan tanpa adanya kehendak dari saraf pusat atau dapat melakukan aktivitas yang kerjanya secara otomatis. Seperti misalnya proses pengeluaran keringat, denyut jantung, dan gerak alat pencernaan. Sistem saraf otonom dibedakan menjadi dua sistem, yaitu sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. 

        1) Sistem parasimpatis, Ini membantu menjaga fungsi tubuh normal dan menghemat sumber daya fisik. Begitu ancaman berlalu, sistem ini akan memperlambat detak jantung, memperlambat pernapasan, mengurangi aliran darah ke otot, dan menyempitkan pupil. Ini memungkinkan kita mengembalikan tubuh kita ke keadaan istirahat normal. 

        2) Sistem simpatis, dengan mengatur respons lari-atau-lawan, sistem simpatis mempersiapkan tubuh untuk mengeluarkan energi untuk merespons ancaman lingkungan. Saat tindakan diperlukan, sistem simpatis memicu respons dengan mempercepat detak jantung, meningkatkan laju pernapasan, meningkatkan aliran darah ke otot, mengaktifkan sekresi keringat, dan melebarkan pupil.


Chemical connection: the endocrine glands (Hubungan kimiawi: Kelenjar Endokrin)

Kelenjar merupakan organ dalam tubuh yang mengeluarkan zat kimia. Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang terletak di dalam otak yang berguna untuk mengatur hormon yang dihasilkan dari kelenjar lainnya. Kelenjar endokrin mengeluarkan zat kimia yang disebut dengan hormon, dimana dapat berpengaruh terhadap aktivitas otak dan pengendalian otot dan organ seperti jantung, pankreas, dan organ seks. 



Kelenjar endokrin dibagi menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut : 

1. Kelenjar Pituitari/Hipofisis

            Kelenjar pituitary atau kelenjar hipofisis terletak di otak, tepatnya dibawah hipotlamus.Kelenjar Pituitari atau kelenjar hipofisis merupakan kelenjar utama yang bertugas mengontrol semua kelenjar endokrin yang lain.

2. Kelenjar Pineal

            Kelenjar pineal terletak di otak, tepatnya diatas batang otak. Kelenjar pineal memiliki peran yang penting dalam ritme biologis. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pineal adalah melatonin yang berfungsi untuk membantu melacak panjang hari. Pada manusia kadar melatonin berguna mengatur siklus tidur-bangun. 

3. Kelenjar Tiroid 

            Kelenjar tiroid menghasilkan tiga hormon, yaitu tiroksin, triidotironin, dan kalsitosin. Kelenjar tiroid berada di dalam leher dan hormon yang dihasilkan berguna untuk mengatur pertumbuhan dan metabolisme. Kelenjar tiroid berperan penting dalam perkembangan tubuh dan otak. 

4. Gonad 

            Gonad merupakan kelenjar seks atau kelenjar kelamin, yang terdapat pada wanita yaitu ovarium dan pada pria yaitu testis. Hormon yang dikeluarkan oleh gonad berguna untuk mengontrol peilaku seks dan reproduksi. Ovarium pada wanita menghasilkan hormone estrogen dan progesterone. Testis pada pria menghasilkan hormone tetosteron. 

5. Pankreas 

            Pankreas merupakan kelompok sel kecil yang kaya akan pembuluh darah yang terletak pada organ pankreas. Kelenjar pankreas menghasilkan dua hormon yaitu insulin dan glukogen, dimana insulin dan glukogen ini akan dikeluarkan untuk mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Jika insulin dikeluarkan oleh pankreas dalam jumlah yang sedikit, akan menyebabkan diabetes atau gula darah tinggi. Jika insulin dikeluarkan oleh pankreas dalam jumlah banyak, akan menyebabkan hipoglikemia atau gula darah rendah. 

6. Kelenjar Adrenal 

            Setiap orang memiliki dua kelenjar adrenal, satu di atas setiap ginjal. Kelenjar adrenal dibagi menjadi dua bagian, yaitu medula adrenal (bagian dalam) dan korteks adrenal (bagian kulit).  Korteks adrenal menghasilkan hormon lebih dari 30 hormon yang berbeda disebut dengan kortikoid. Beberapa hormone yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal berupa korteks mineral, glukortikoid, androgen, adrenalin/epinefrin, dan nor-adrenalin/nor-epinefrin.  Salah satu hormon yang sangat pentih pada kelenjar adrenal adalah kortisol, yang akan dilepaskan ketika tubuh sedang stress, baik stress secara fisik maupun stress secara psikologis.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

#10 Psikologi Sosial

Semester 2   SOCIAL PSYCHOLOGY Psikologi sosial adalah ilmu tentang proses perkembangan intelektual atau mental manusia sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, psikologi sosial mempelajari topik yang mencakup perilaku manusia dalam konteks sosial. Kemudian kondisi interaksi sosial tidak hanya dipengaruhi oleh proses psikologis tetapi juga oleh kondisi lingkungan.  SOCIAL INFLUENCE Conformity (Konformitas)           Konformitas adalah perubahan pilihan, perilaku, ataupun tindakan karena mengikuti pilihan atau perilaku orang lain ataupun standar yang berlaku. Menurut David O'sear dan Peplau (1985), konformitas adalah sikap dari suatu individu yang dipengaruhi oleh individu yang lainnya. Penelitian tentang konformitas dilakukan oleh Solomon Asch pada tahun 1951. Ia melakukan penelitian dengan meminta peserta berkumpul dalam satu ruangan dan mereka diberitahu bahwa penelitian dilakukan dengan visual. Disediakan sebuah garis standar dan tig...

#4 Learning

Semester 2  LEARNING A. Definisi Learning               Belajar adalah ketika kita mempelajari sesuatu, ketika belajar bagaimana melakukan sesuatu. Belajar adalah setiap perubahan tingkah laku yang relatif permanen yang disebabkan oleh pengalaman. Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan, misalnya membaca, menulis dan sebagainya serta belajar itu akan lebih baik jika subjek mengalami dan melakukannya (Sardiman, 2008). Belajar sebenarnya adalah proses mengingat, karena tanpa kemampuan mengingat, orang tidak dapat mempelajari apa pun.               Tidak semua perubahan di raih dengan pembelajaran. Perubahan seperti bertambahnya tinggi badan atau ukuran otak adalah jenis perubahan lainnya yang dikendalikan oleh cetak biru genetik. Perubahan ini disebut pematangan yang disebabkan oleh biologi, bukan pengalaman. Misalnya, seorang anak yang belajar berjalan tidak h...