Review Materi
KOGNITIF: THINKING, INTELLIGENT, AND LANGUAGE
Berpikir dapat didefinisikan sebagai proses mental yang berlangsung di otak saat seseorang memproses sebuah informasi yang meliputi
pemahaman, pengaturan, serta pengkomunikasian informasi tersebut kepada
orang lain.
Mental Imagery (Citra Mental)
Mental imagery atau citra mental adalah salah satu dari
beberapa alat yang digunakan dalam proses berpikir. Citra mental merupakan penggambaran suatu objek atau
peristiwa di dalam pikiran manusia dengan bentuk yang serupa.
Misalnya, sebuah percobaan dilakukan pada beberapa orang yang
diminta untuk menyebutkan berapa banyak jumlah jendela yang ada di
tempat tinggal mereka secepat mungkin. Orang yang memiliki sedikit jendela cenderung lebih cepat dalam menjawab pertanyaan dibanding orang yang memiliki banyak jendela di tempat tinggalnya. Kebanyakan partisipan melihat ke atas saat diberi pertanyaan seolah-olah mereka sedang membuat gambaran tempat tinggal mereka dalam pikiran mereka masing-masing, dengan tujuan untuk mempermudah mereka dalam menghitung jumlah jendela di tempat tinggalnya (Ciccarelly & White, 2011).
Concepts and Prototypes (Konsep dan Prototipe)
Gambar mental atau citra mental bukan hanya satu-satunya bentuk representasi mental. Aspek lain dari proses berpikir adalah konsep. Konsep adalah ide yang mewakili kelas atau kategori objek, peristiwa, atau aktivitas. Misalnya dengan
penyebutan kata “buah”, orang-orang tidak perlu memikirkan jenis-jenis
buah yang ada di dunia, meskipun buah yang dipikirkan oleh orang
tersebut berbeda jenis dengan buah yang dipikirkan oleh orang lain.
Konsep dibagi menjadi konsep formal dan konsep alam. Konsep formal adalah konsep yang telah diatur ke dalam aturan tertentu. Misalnya suatu benda dikatakan segitiga jika memiliki tiga sisi dan jumlah sudut nya 180 derajat. Sedangkan konsep alam adalah konsep yang terbentuk tanpa adanya aturan tertentu. Misalnya seekor platipus yang dikelompokkan sebagai mamalia karena ia menyusui anaknya. Padahal platipus memiliki karakteristik seperti burung, yakni bertelur, memiliki bulu, dan memiliki paruh.
Prototipe merupakan gambaran awal seseorang terhadap suatu hal yang dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, pengetahuan, dan budaya. Prototipe merupakan contoh konsep yang sangat cocok dengan ciri-ciri yang ditentukan dari konsep tersebut. Prototipe dapat berkembang sesuai dengan keterpaparan seseorang terhadap objek atau pengalaman pribadi. Misalnya, seseorang yang tumbuh di daerah banyak pohon kelapa mungkin menganggap kelapa lebih tropikal dari pada apel, sedangkan seseorang yang tumbuh dibarat laut Amerika Serikat kemungkinan besar akan melihat apel sebagai buah ptototipe.
Problem-Solving and Decision-Making Strategies
(Strategi Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan)
Gambar dan konsep adalah alat mental yang digunakan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Pemecahan masalah terjadi ketika tujuan harus dicapai dengan berpikir dan berperilaku dengan cara tertentu. Pemecahan masalah merupakan salah satu aspek pengambilan keputusan, atau mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memilih di antara beberapa alternatif. Metode yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut.
1. Trial and Error (Solusi Mekanik)
Trial and error atau solusi mekani adalah metode pemecahan masalah dimana solusi mungkin dicoba satu demi satu sampai solusi berhasil ditemukan. Misalnya seseorang lupa password situs web onlinenya, dia dapat mencoba sati kombinasi demi satu sampai menemukan kombinasi yang berfungsi, jika dia hanya memiliki beberapa password yang biasa digunakan.
2. Algoritma
Algoritma merupakan prosedur langkah demi langkah yang sangat spesifik untuk memecahkan jenis masalah tertentu. Misalnya seorang pustakawan menyusun buku-buku di perpustakaan sesuai urutan abjad.
3. Heuristik
Heuristik adalah tebakan cerdas berdasarkan pengalaman sebelumnya yang membantu mempersempit solusi yang mungkin untuk suatu masalah. Heuristik dikenal dengan "aturan praktis".
a. Keterwakilan Heuristik
Keterwakilan heuristik adalah asumsi bahwa objek (atau orang) yang memiliki karakteristik yang sama
dengan anggota kategori tertentu juga merupakan anggota kategori tersebut.
Contohnya asumsi yang mengatakan orang yang berkulit gelap berasal dari afrika.
Keterwakilan heuristik dapat menyebabkan kesalahan karena mengabaikan tarif dasar
dan probabilitis aktual dari peristiwa tertentu.
b. Ketersediaan Heuristik
Ketersediaan Heuristik adalah memperkirakan frekuensi atau kemungkinan suatu peristiwa berdasarkan
seberapa mudahnya mengingat informasi yang relevan dari memori atau betapa
mudahnya kita memikirnya contoh terkait.
4. Wawasan
Wawasan adalah kondisi ketika solusi untuk suatu masalah muncul secara tiba-tiba di pikiran. Apa yang biasanya terjadi adalah bahwa pikiran hanya mengatur ulang
masalah, kadang-kadang ketika orang tersebut memikirkan sesuatu yang lain (Durso
et al., 1994).
Problems with Problem Solving and Decision Making
(Masalah dengan Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan)
1. Ketepatan Fungsional
Ketepatan fungsional merupakan fenomena dari salah satu kesulitan pemecahan masalah melibatkan pemikiran tentang objek hanya dalam hal penggunaan tipikalnya. Contohnya
ketika seseorang sedang mencari obeng untuk memperbaiki sesuatu di sekitar
rumahnya, sedangkan ada beberapa benda didekat nya yang dapat digunakan untuk
mengencangkan sekrup seperti pisau mentega dan kunci. Karena kecenderungan
memikirkan objek-objek itu dalam kaitannya dengan memasak dan membuka kunci,
terkadang kita mengabaikan kemungkinan penggunaan yang kurang jelas. Contoh lain adalah ketika kita tidak tahu atau menganggap tang itu tidak berguna hingga suatu saat tang itu di gunakan sebagai pemberat.
2. Set Mental
Set mental didefinisikan sebagai kecenderungan orang untuk bertahan dalam menggunakan pola pemecahan masalah yang telah bekerja untuk mereka di masa lalu. Solusi yang berhasil di masa lalu cenderung menjadi solusi yang pertama kali di coba orang, dan orang seringkali ragu-ragu bahkan tidak mampu memikirkan kemungkinan lain.
3. Bias Konfirmasi
Bias Konfirmasi adalah penghalang lain untuk pengambilan keputusan atau pemecahan maslah yang efektif. Bias konfirmasi merupakan kecenderungan untuk mencari bukti yang sesuai dengan keyakinan seseorang sambil mengabaikan bukti yang tidak sesuai ddengan keyakinan tersebut. Contohnya orang-orang percaya bahwa mereka multitasking yang baik yang dapat dengan aman mengendarai kendaraan bermotor atau kendaraan lain sambil berbicara bahkan mengirim SMS melalui ponsel mereka yang mengingat pengalaman pribadi mereka yang tidak mengalami kecelakaan kendaraan.
Creativity atau kreativitas adalah proses pemecahan masalah dengan menggabungkan ide-ide atau perilaku dengan cara baru. Tidak setiap masalah dapat dijawab dengan menggunakan informasi yang sudah ada dan aturan logika dalam menerapkan informasi tersebut. Terkadang suatu masalah membutuhkan cara yang sama sekali baru dalam memandang masalah atau solusi inventif yang tidak biasa.
Berpikir konvergen adalah jenis pemikiran di mana suatu masalah dipandang hanya memiliki satu jawaban, dan semua garis pemikiran pada akhirnya akan mengarah pada jawaban tunggal itu, dengan menggunakan pengetahuan dan logika sebelumnya. Pemikiran konvergen bekerja dengan baik untuk pemecahan masalah rutin tetapi mungkin tidak banyak berguna ketika diperlukan solusi yang lebih kreatif.
Berpikir divergen merupakan kebalikan dari berpikir konvergen. Seseorang yang berpikir divergen menghasilkan banyak ide atau kemungkinan yang berbeda. Misalnya diajukan pertanyaan "pensil digunakan untuk apa?" konvergen akan menjawab untuk menulis, sedangkan divergen jawabannya berlipat ganda yaitu untuk menulis, membuat lubang, menggambar, senjata, pemberat layang-layang.
Intelligence
Teori Kecerdasan
Intelegensi adalah kemampuan belajar dari pengalaman seseorang secara global untuk
memperoleh pengetahuan dan memecahkan masalah dengan berfikir secara rasional serta
menangani lingkungan secara efektif. (Sternberg & Kaufman, 1998; Wechsler, 1975). Intelegensi merupakan kemampuan akal yang dimiliki masing-masing individu. Ada beberapa
teori yang mendefinisikan intelegensi:
1. Teori Spearman (Charles Spearman, 1904)
Charles berpendapat bahwa kecerdasan dapat ditinjau dari dua kemampuan yang
berbeda, yaitu:
a. Label factor g → kemampuan untuk bernalar dan memecahkan masalah, atau
disebut kecerdasan umum.
b. Label factor s → kemampuan unggul dalam bidang tertentu seperti music, seni
dan bisnis, atau disebut kecerdasan spesifik.
2. Teori Multiple Intelegensia atau Kecerdasan Ganda Gardner (Howard Gardner)
Gardner menjelaskan bahwa kemampuan seseorang tidak
terdiri dari kemampuan umum dan kemampuan khusus, tetapi kemampuan seseorang memang berdasarkan kemampuan khusus
secara pribadi. Ada 9 kemampuan khusus yang dimiliki seseorang
menurut Gardner, yaitu:
- Verbal intelligence, Verbal atau linguistik adalah kecerdasan dalam berbahasa. Orang yang memiliki kemampuan ini adalah penulis dan pembicara.
- Logical mathematical intelligence, Logika-Matematika adalah kemampuan seseorang memecahkan masalah matematika dengan berpikir menggunakan logika. Contohnya peneliti.
- Musical intelligence, Musikal adalah kemampuan seseorang dalam bermusik. Orang yang memiliki kemampuan ini, yaitu pianis, musisi, dan lainnya.
- Visual spatial intelligence, Spasial atau visual adalah kemampuan seseorang dalam mendeskripsikan suatu objek dalam ruangan. Orang yang memiliki kemampuan ini, yaitu artis, pilot, dan lainnya.
- Movement intelligence, Gerak tubuh adalah kemampuan seseorang mengontrol badannya saat bergerak. Orang yang memiliki kemampuan seperti ini adalah penari.
- Interpersonal intelligence, Interpersonal adalah kemampuan dalam memahami orang lain dan berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Orang yang memiliki kemampuan ini adalah seorang psikolog dan manajer.
- Intrapersonal intelligence, Intrapersonal adalah merupakan kebalikan dari interpersonal, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami diri sendiri.
- Existential intelligence, Eksistensial adalah kemampuan seseorang mengontrol intuisi dan suka bertanya-jawab tentang keberadaan manusia. Orang yang memiliki kemampuan ini adalah filsuf atau ahli filsafat.
- Natural intelligence, Naturalis adalah seseorang yang lebih suka dengan alam atau sesuatu yang bersifat alam. Orang yang memiliki kemampuan ini seperti ahli biologi, peternak, ahli botani, dan lain sebagainya.
3. Teori Sternberg
Teori Sternberg dipelopori oleh Robert Sternberg pada tahun 1988. Teori
ini dikenal dengan “Triarchic Theory of Intelligence” yang mengarahkan kepada
kemampuan menyerap informasi diolah dengan ide yang berbeda untuk memecahkan
suatu masalah. Sternberg merumuskan teori intelegensi terdiri atas
analisa,praktikal, dan kreatif :
a) Kemampuan Analisa Seseorang bisa
menggunakan analisanya dengan baik untuk memecahkan suatu masalah.
b) Kreativitas Kemampuan yang dimiliki
seseorang memecahkan masalah dengan cara berbeda atau menemukan ide-ide baru
yang kreatif.
c) Praktik Kemampuan seseorang
mempraktikkan jalan solusi yang manipulatif atau sangat berbeda dan bisa saja dibilang
ide yang mereka pikirkan aneh.
Mengukur Kecerdasan
- Binet's Mental Ability Test
Pada tahun 1904 Menteri Pengajaran Umum
Perancis menugaskan kepada seorang psikolog yang bernama Alfred Binet untuk
merancang test formal kecerdasan yang akan membantu mengidentifikasi anak –
anak yang tidak dapat belajar dengan cepat atau tidak sebaik orang lain
sehingga mereka layak mendapatkan perbaikan pendidikan. Dalam kaitan sasaran
komisi inilah Binet bekerja sama dengan kolega Theodore Simon untuk
melaksanakan sebuah test yang tidak hanya membedakan antara siswa yang cepat
dan lambat tetapi juga antara anak – anak dari kelompok umur yang berbeda
(Binet & Simon, 1916).
Lewis Terman (1916), seorang peneliti dari
Universitas Stanford yang telah mengadopsi metode psikolog Jerman William Stren
untuk membanding usia mental dan usia kronogis (jumlah tahun sejak lahir)
dengan uji Binet. Rumus yang dipakai oleh Stren (1912) yaitu membagi usia
mental (MA) dengan usia kronologis (CA) dan mengalikan hasilnya dengan 100.
Skor yang dihasilkan disebut intelligence quotient atau
IQ
IQ = MA / CA * 100
Meskipun metode ini berhasil dengan baik
untuk anak – anak, namun metode ini tidak akan berarti jika usia kronologis
seseorang melewati 16 tahun. Begitu seseorang menjadi dewasa, maka gagasan
pertanyaan yang ditunjukkan untuk kelompok usia tertentu kehilangan kekuatannya.
Namun ada test kecerdasan yang dapat dipakai sampai dewasa, yaitu Starnford –
Binet Intelligence Scales, edisi kelima, test ini masih prima dibuat dari
pertanyaan – pertanyaan tingkat usia. Secara alami, pertanyaan – pertanyaan
tersebut menjadi sulit sesuai denga tingkat usia. Test ini cocok untuk orang
yang berumur 2 sampai 90 tahun dan skor pada test ini sangat dapat diandalkan
(Rold, 2003).
David Wechsler adalah orang pertama yang
merancang serangkaian test untuk kelompok usia tertentu. Kemudian dia merancang
test khusus untuk anak usia sekolah yang lebih tua dan anak – anak prasekolah,
serta mereka yang berada di kelas awal. Skala Kecerdasan Dewasa Wechsler (WAIS
– IV; Wechsler, 2008), Skala Kecerdasan Wechsler Anak – anak (WISC – V;
Wechsler , 2014), dan Skala Kecerdasan Dasar dan Prasekolah Wechsler (WPPSI –
IV; Wechsler, 2012). Di Amerika Serikat, test ini lebih sering digunakan dari
pada Stanford – Binet. Meskipun masih menggunakan item verbal dan nonverbal,
test Wechsler memberikan keseluruhan kecerdasan dan skor indeks yang terkait
dengan domain kognitif.
Language (Bahasa)
Tingkat Analisis Bahasa
Bahasa adalah suatu sistem untuk menggabungkan simbol-simbol sehingga pernyataan-pernyataan bermakna dalam jumlah tak terbatas dapat dibuat untuk tujuan berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa memungkinkan orang tidak hanya untuk berkomunikasi dengan orang lain tetapi juga untuk mewakili aktivitas mental internal mereka sendiri.
Grammar atau tata bahasa adalah sistem aturan yang mengatur struktur dan penggunaan bahasa. Menurut Noam Chomsky (Chomsky, 2006; Chomsky et al., 2002), manusia memiliki kemampuan bawaan untuk memahami dan memproduksi bahasa melalui perangkat yang disebutnya language acquisition device atau LAD.
Tata bahasa meliputi fonem (suara dasar bahasa), morfologi (studi tentang pembentukan kata), sintaksis, semantik, dan pragmatik
1. Phoneme atau Fonem
Fonem adalah satuan bunyi bahasa yang bersifat fungsional. Fenom berfungsi untuk membedakan makna dari setiap simbol bahasa yang ada. Fenomisasi adalah serangakaian usaha untuk menemukan bunyi-bunyi yang bertujuan sebagai pembeda makna tersebut. Sebagai contoh, bunyi "F", "P", dan "V" merupakan fonem yang tidak jauh berbeda. Misalnya nama Sofhia tetap dilafazkan dengan "Sofia", "Sopia", dan "Sovia" sehingga terdengar sama.
2. Morfeme atau morfem
Morfem adalah unit makna terkecil dalam suatu bahasa. Morfem merupakan serangkaian bunyi-bunyian terkecil yang memberi makna terhadap apa yang diucapkan dan didengar. Contohnya kata "drive" akan memiliki dua morfem jika ditambah "er". Maka menjadi "driver" yang berarti orang yang menyupiri.
3. Sintaksis
Sintaksis adalah struktur bahasa yang mengombinasikan kata-kata membentuk ungkapan yang dapat diterima. Contoh dari sintaksis adalah "saya dikejar anjing" akan berbeda maknanya dengan kalimat "saya mengejar anjing" walaupun dua kalimat tersebut memiliki kata yang sangat mirip.
4. Semantik
Semantik adalah aturan untuk menentukan arti kata dan kalimat. Kalimat dapat memiliki makna semantik yang sama namun memiliki sintaks yang berbeda. Sebagai contoh yaitu "Lily memakan roti" dengan "Roti dimakan oleh Lily".
5. Pragmatik
Pragmatik merupakan penggunaan bahasa yang tepat, berkaitan dengan aspek praktis bahasa dengan orang lain. Pragmatik meliputi bagaimana bergiliran dlam bercakap, penggunaan gerak tubuh, pemilihan intonasi dan cara berbicara dengan orang lain dalam rentang usia yang beragam. Misalnya bagaimana kita berbicara dengan orang yang lebih tua, atau yang sebaya dengan kita.
Pengembangan Bahasa
Pengembangan bahasa merupakan aspek yang sangat penting dalam perkembangan kognitif dari seorang anak, karena bahasa memungkinkan anak untuk berpikir dengan kata-kata bukan hanya gambar. Perkembangan bahasa pada seorang bayi dipengaruhi oleh apa yang mereka dengar.
Hubungan Antara Bahasa dan Pikiran
Dua psikolog perkembangan yang sangat berpengaruh yaitu, Jean Piaget dan Len Vygotsky sering memperdebatkan masalah hubungan bahasa dan pikiran.
Piaget berteori bahwa konsep mendahului dan membantu perkembangan bahasa. Ia menjelaskan bahwa anak yang menggunakan inner speech (pembicaraan batin) besifat egosentris,
nonsosial, dan tidak matang. Sosialisasi dengan anak lain menurunkan derajat
egosentrisme. Makin besar sosialisasi itu, makin mengecillah ujaran
egosentrisnya, dan lama-lama hilang.
Hipotesis Whorfian menunjukkan bahwa label
tipe kepribadian ini memengaruhi cara kita berpikir tentang orang. Apakah benar
bahwa penutur bahasa Inggris yang relatif fasih membuat kesimpulan berdasarkan
hipotesis tipe kepribadian yang dijelaskan oleh peneliti dalam ingatan. Bahasa
yang berisi tipe kepribadian tertentu yang dijelaskan oleh pelaku eksperimen
dapat lebih mudah mengingat orang hipotetis dan memikirkannya dengan cara yang
lebih konsisten dengan tipe kepribadian. Misalnya, peserta penelitian yang
berbahasa Inggris lebih cenderung mengingat karakteristik orang hipotetis yang
dianggap seni daripada mereka yang berbicara bahasa Mandarin, dan menggunakan
penalaran tentang jenis seni untuk mencerminkan deskripsi karakter mereka
secara lebih akurat.
Studi Hewan dalam Bahasa
Hewan berkomunikasi dengan banyak cara. Mereka menggunakan suara seperti derik ular berbisa atau geraman peringatan dari anjing marah bahkan perilaku fisik seperti tarian dari lebah madu. Gerak tubuh yang dilakukan hewan adalah bersifat naluriah, artinya dikendalikan oleh susunan genetik dari hewan tersebut. Sedangkan pada manusia, simbol digunakan dengan sengaja dan sukarela bukan dari genetik, naluri ataupun insting. Namun, ahli bahasa masih memperdebatkan pemakaian bahasa pada hewan. Sampai saat ini, tidak ada bukti bahwa hewan dapat terlatih dalam penggunaan bahasa.
Komentar
Posting Komentar