Langsung ke konten utama

#14 Terapi Psikologis

Semester 2

 TERAPI PSIKOLOGIS


Sejarah pengobatan Gangguan Psikologis

    Pada pertengahan abad 15, orang yang mengalami gangguan jiwa dianggap dirasuki oleh iblis atau roh jahat, dan ditempatkan ke dalam rumah sakit jiwa, yang mungkin cocok disebut dengan sebuah penjara. Orang-orang dengan gangguan jiwa dirantai di tempat tidur mereka. Dalam periode 200 tahun terakhir, metode "pengobatan" yang dilakukan kepada orang dengan gangguan jiwa sangat parah dan mematikan, yang mana tujuan dari pengobatan tersebut adalah untuk membersihkan orang tersebut dari iblis dan roh-roh jahat yang merasukinya, yang pada akhirnya berdampak sangat buruk pada pasien.
    Pada tahun 1793, upaya memperlakukan atau mengobati orang-orang dalam gangguan jiwa mulai lebih baik atau disebut "perlakuan moral". Pada saat inilah Philippe Pinel secara pribadi melepaskan rantai narapidana di La Bicêtre Asylum di Paris, Prancis, yang memulai gerakan untuk memanusiawi kan orang-orang dengan gangguan jiwa atau gangguan mental.
    Pada saat sekarang, pendekatan utama yang diberikan kepada orang yang mengalami gangguan jiwa adalah terapi yang bertujuan membuat orang berfungsi dan merasa lebih baik. Psikoterapi melibatkan individu, pasangan, atau kelompok kecil untuk mendiskusikan keprihatinan atau masalah mereka. Tujuan dari psikoterapi adalah membantu orang yang mengalami masalah psikologi agar mereka lebih memahami diri mereka sendiri dengan lebih baik. Psikoterapi yang bertujuan untuk memahami motif dan tindakan seseorang disebut dengan insight therapy. Sedangkan psikoterapi yang  bertujuan mengubah perilaku seseorang yang teratur secara langsung disebut dengan action therapy. Jenis terapi lainnya menggunakan perawatan biologis dalam bentuk prosedur medis untuk membawa perubahan pada perilaku seseorang disebut dengan biomedical therapy.

Insight Therapies: Psychodynamic and Humanistic Approaches

Psikoterapi: Psikoanalisis Freud

        Sigmund Freud menciptakan sebuah metode yang dinamakan psikoanalisis yang berfokus untuk mengungkapkan konflik, dorongan, dan kemauan yang tersembunyi dan tertekan dari alam bawah sadar seseorang. Tetapi teknik ini banyak dikritik karena kurangnya penelitian ilmiah dan bias pribadinya yang menyebabkan banyaknya salah penafsiran atas hal-hal yang diungkapkan oleh pasiennya. Beberapa psikoanalisis saat ini masih menggunakan metode asli Freud yang memakan waktu lama untuk membuahkan hasil. Beberapa analisis psiko juga berfokus pada proses pemindahan lebih dari pada aspek tipikal psikoanalisis tradisional lainnya, yang mengarah ke metode yang lebih umum yang disebut dengan terapi psikodimanik atau psychodynamic therapy. Terapi psikodinamik atau psychodynamic therapy merupakan istilah yang lebih umum untuk terapi berdasarkan psikoanalisis dengan penekanan pada pemindahan, waktu, perawatan lebih singkat, dan pendekatan terapi yang lebih langsung. 
           Freud mengandalkan empat teknik dasar untuk mengungkap akar neurosis yang tidak disadari, yaitu: 
1. Free Association
      Mengatakan apa pun yang terlintas dalam pikiran adalah dasar asosiasi bebas. Pasien harus berbicara tanpa khawatir apakah gagasan itu menyakitkan, memalukan, atau tidak logis. Free Association atau asosiasi bebas adalah suatu cara bagi seseorang menuju alam bawah sadarnya di mana terdapat keinginan, kebutuhan, pikiran-pikiran yang tidak di sadari, konflik, dan ketakutan yang terpendam dapat diungkapkan dan sebagian pengalaman di mana kanak-kanak.
2. Dream Analysis
         Freud percaya bahwa mimpi menyediakan "peluang yang besar menuju alam bawah sadar" karena mimpi dengan bebas mengekspresikan keinginan terlarang dan perasaan tidak sadar. Interpretasi mimoi atau analisis unsur-unsur dalam mimpi yang disampaikan pasien merupakan bagian besar dari metode psikoanalitik Freud.
3. Resistance and Transference
        Metode psikoanalisis Freud, pasien dapat mengalami kondisi atau situasi yang tidak diinginkan, seperti resistensi yakni kondisi di mana pasien menjadi tidak mau berbicara mengenai topik tertentu. Dan trafensi yakni situasi ketika terapis menjadi simbol perwujudan kekuasaan orang tua dari masa lalu si pasien. Terapis sendiri dapat mengalami kontratransferensi yaitu kondisi di mana terapis memiliki reaksi transferensi kepada pasien sehingga terapis merasa terikat secara batin dan merasa empati kepada pasien.

Humanistic Therapy: To Err is Human

          Ahli teori humanistik tidak fokus pada ketidaksadaran, konflik tersembunyi, melainkan fokus pada pengalaman emosi dan kesadaran diri orang yang sadar dan subyektif, serta pengalaman yang lebih langsung dalam kehidupan sehari-hari daripada pengalaman anak usia dini dari masa lalu yang jauh. Terapi humanistik menekankan pentingnya potensi untuk mengubah perilaku seseorang dan pilihan yang dibuat oleh individu. Ada dua gaya terapi yang umum ditemui dari terapi humanistik yaitu terapi yang berpusat pada orang (person-centered therapy) milik Carl Rogers, dan terapi gestalt milik Fritz Perls, keduanya merupakan insight therapy
        Pada terapi yang berpusat pada orang (person-centered therapy), Rogers percaya bahwa tujuan terapis adalah untuk memberikan hal positif tanpa syarat yang telah hilang dari kehidupan orang yang bermasalah dan untuk membantu orang tersebut mengenali perbedaan antara diri yang nyata dan yang ideal. Terapi ini dikenal juga dengan terapi yang berpusat pada orang, karena oranglah yang benar-benar menjadi pusat proses terapinya. Menurut Rogers (1961), terdapat empat elemen dasar yang diperlukan dalam hubungan person-therapies, yaitu:
1. Refleksi
     Refleksi mengacu pada teknik yang bertujuan memungkinkan klien terus berbicara dan memiliki wawasan tanpa gangguan interpretasi terapis dan kemungkinan bias. Terapis akan mengubah apa yang dikatakan pasien dengan kata-kata yang sedikit berbeda tetapi memiliki makna yang sama. Refleksi secara harfiah adalah semacam cermin dari laporan klien.
2. Perhatian Positif Tanpa Syarat
     Terapis yang menciptakan suasana hangat, menerima, sama sekali tidak kritis, dan menghormati perasaan dan tujuan klien merupakan bentuk perhatian positif tanpa syarat.
3. Empati Terapis
      Terapis harus mengetahui apa yang dirasakan dan dialami klien dengan pemahaman yang disebut dengan empati. Hal tersebut dilakukan dengan mendengarkan secara cermat apa yang dikatakan oleh klien dan mencoba merasakan apa yang dirasakan oleh klien, tetapi terapis haru berhati-hati agar perasaannya tidak bercampur dengan klien.
4. Autentikasi
      Autentikasi berarti terapis memberikan respon asli, terbuka dan jujur kepada klien. Dalam person-centered therapy, terapis harus mampu memaklumi perbedaan klien tanpa menghakimi klien tersebut.
         
            Terapi Gestalt yang didirikan oleh Fritz Perls berbeda dengan person-centered therapy, di mana terapi gestalt sangat direktif untuk memimpin klien melalui sejumlah pengalaman yang direncanakan (misal: dialog diri, teknik "kursi kosong") dengan tujuan meningkatkan kesadaran diri. Perls percaya bahwa masalah seseorang disebabkan karena mereka menyembunyikan bagian penting dari perasaan mereka sendiri. Karena bekerja terutama di atas prinsip kesadaran, terapi Gestalt berfokus pada "apa" dan "bagaimana" tingkah laku dan pengalaman di sini-dan sekarang dengan memadukan bagian-bagian kepribadian yang terpecah dan tidak diketahui. Terapi Gestalt memperhatikan bahasa tubuh serta peristiwa yang terjadi dalam kehidupan klien pada saat terapi. Tidak seperti psikoanalisis yang berfokus pada masa lalu yang tersembunyi, tetapi terapi Gestalt berfokus pada masa lalu yang di sangkal. Terapi Gestalt tidak membahas tentang pikiran bawah sadar. 


Action Therapies: Behavior Therapies and Cognitive Therapies

Terapi Perilaku

Behavior Therapies: Learning One's Way to Better Behavior
    Behavior therapies atau terapi perilaku merupakan terapi berbasis tindakan yang beroperasi pada premis bahwa semua perilaku baik normal ataupun abnormal dipelajari. Analisis perilaku terapan melibatkan analisis fungsional dan teknik pembelajaran untuk meningkatkan perilaku yang diinginkan dan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan.
1. Techniques based on Classical Conditioning
Classical conditioning adalah pembelajaran respons tak sadar dengan memasangkan stimulus yang biasanya menyebabkan respons tertentu dengan stimulus baru yang netral. Ada beberapa teknik yang telah dikembangkan menggunakan jenis pembelajaran ini untuk mengobati gangguan seperti fobia, gangguan obsesif-kompulsif, dan gangguan kecemasan serupa.
  • Desensitisasi Sistematis.
  • Terapi Aversion.
  • Exposure Terapi,
2. Techniques based on Operant Conditioning
  • Permodelan.
  • Menggunakan Reinforcement.
  • Menggunakan Extinction.


Cognitive Therapies: Thinking is Believing
    Cognitive therapies atau terapi kognitif merupakan terapi berbasis tindakan yang berfokus pada membantu orang mengubah cara berpikir mereka. Penekanan pada mengidentifikasi keyakinan yang terdistorsi atau tidak realistis yang mengarah pada perilaku mal adaptif dan emosi bermasalah dan kemudian menggantinya dengan pikiran yang lebih positif dan bermanfaat.
1. Beck's Cognitive Therapy
        Berikut beberapa pemikiran menyimpang yang dapat menciptakan perasaan negatif dan keyakinan yang tidak realistis pada orang (Circarelli & White, 2015). 
  • Arbitrary Inference. Penyimpangan pikiran yang terjadi pada saat pengambilan suatu kesimpulan tanpa bukti dan membuat keputusan tidak sesuai dengan fakta yang ada. Contoh: “Suzy membatalkan makan siang kita, pasti dia ingin pergi dengan orang lain!”.
  • Pemikiran selektif. Penyimpangan pikiran yang hanya fokus pada satu aspek dari suatu situasi, meninggalkan fakta-fakta relevan lainnya yang mungkin membuat segala sesuatu tampak negatif. Contoh: Guru Peter memuji makalahnya tetapi berkomentar tentang perlunya memeriksa tanda baca. Peter berasumsi bahwa makalahnya buruk dan gurunya benar-benar tidak menyukai nya, mengabaikan pujian dan komentar positif lainnya. 
  • Overgeneralization. Penyimpangan pikiran yang terjadi karena seseorang menarik kesimpulan menyeluruh dari satu insiden kemudian mengasumsikan bahwa kesimpulan tersebut berlaku untuk bidang kehidupan yang tidak ada hubungannya dengan peristiwa aslinya. Contoh: “Saya dimarahi oleh bos saya. Pacar saya akan putus dengan saya dan menendang saya keluar dari apartemen hingga akhirnya saya tinggal di sebuah tempat di tepi sungai”.
  • Magnification and minimization. Penyimpangan pikiran yang terjadi karena seseorang memikirkan hal-hal buruk keluar dari proporsi nya dan tidak mempertimbangkan hal-hal yang baik. Contoh: Seorang siswa yang telah menerima nilai bagus pada setiap ujian lainnya percaya bahwa nilai C yang dia dapatkan pada kuis terakhir membuat dia tidak akan berhasil di perguruan tinggi. 
  • Personalisasi. Penyimpangan pikiran yang terjadi karena mengambil tanggung jawab atau menyalahkan atas peristiwa yang tidak benar benar terhubung dengan individu. Contoh: Ketika suami Sandy pulang dengan suasana hati yang buruk karena sesuatu yang terjadi di tempat kerja, dia langsung berasumsi bahwa suaminya marah kepadanya.

2. Cognitive-Behavioral Therapy (CBT)
        CBT merupakan teori yang fokus pada saat ini daripada masa lalu. Sebagai bentuk terapi kognitif, CBT juga mengasumsikan bahwa gangguan berasal dari kognitif yang tidak logis, irasional dan mengubah pola berpikir menjadi lebih rasional, logis sehingga akan mengurangi gejala gangguan, dan menjadikannya terapi tindakan. CBT memiliki tiga elemen dasar: kognisi mempengaruhi perilaku, kognisi dapat diubah, perubahan perilaku dapat dihasilkan dari perubahan kognitif.

3. Rational Emotive Behavior Therapy (REBT)
      Salah satu bentuk CBT yang dikembangkan oleh Albert Ellis disebut dengan rational emotive behavior therapy (REBT). Dengan terapi ini, klien akan diajarkan cara untuk menguji keyakinan irasional mereka dengan pernyataan yang lebih rasional dan lebih membantu. Menurut Ellis, orang-orang menjadi tidak bahagia dan mengembangkan kebiasaan mengalahkan diri (self-defeating) karena mereka memiliki keyakinan yang salah atau tidak realistis. Para terapis yang menggunakan metode REBT akan melakukan suatu hal yang dapat mengubah keyakinan irasional dan “self-talk” yang dimiliki klien. Terapis mungkin akan langsung menyerbu logika klien, menguji pemikiran mereka, serta mengkonfrontasi mereka dengan bukti yang berkebalikan dengan apa yang mereka yakini.






Group Therapies: Not Just for the Shy

Kelebihan dan Kekurangan Terapi Kelompok

Terapi kelompok memiliki keuntungan diantaranya:
1) Biaya lebih rendah
2) Memperlihatkan cara orang lain memandang dan menangani jenis masalah yang sama
3) Kesempatan bagi terapis dan klien untuk melihat bagaimana interaksi klien dengan orang lain
4) Sokongan sosial dan emosional dari orang-orang yang memiliki masalah yang sama. Dalam buku Ciccarelli dan White (2015) hal ini terbukti dari sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa pasien kanker payudara yang menjalani terapi kelompok memiliki tingkat hidup dan pemulihan yang jauh lebih tinggi daripada hanya menerima terapi individu atau psikoterapi. Studi lain juga menemukan bahwa gadis di Afrika yang menderita depresi karena stress perang di Uganda, mengalami reduksi signifikan dalam depresi ketika dirawat dengan terapi kelompok. 

Kerugian dari terapi kelompok diantaranya:
1) Terapis bukan lagi satu-satunya orang yang rahasia dan ketakutannya ia ungkapkan, membuat beberapa orang enggan berbicara bebas. 
2) Klien harus berbagi waktu terapis selama sesi
3) Orang dengan gangguan kejiwaan parah yang melibatkan paranoia seperti skizofrenia mungkin tidak dapat mentolerir pengaturan terapi kelompok. Terapi kelompok dapat memberikan bantuan kepada orang-orang yang mungkin tidak mampu membayar psikoterapi individu. Survei membuktikan bahwa terapi kelompok hanya efektif jika jangka panjang dan digunakan untuk mempromosikan interaksi sosial.

Does Psychotherapy Work???

Psikoterapi lebih efektif daripada pengobatan lain karna ini berada diantara 75% dan 90% orang yang menerima terapi merasa telah membantu mereka. Semakin lama seseorang bertahan dalam terapi, maka semakin besar pula peningkatannya. Psikoterapi bekerja sama halnya dengan obat-obatan. Beberapa jenis psikoterapi lebih efektif untuk mengatasi jenis masalah tertentu, tetapi tidak semua metode psikoterapi yang efektif untuk semua masalah.Terapi yang efektif harus disesuaikan dengan klien tertentu dan masalah tertentu. 

Biomedical Therapies

Psychopharmacology

Antipsychotic Drugs
    Obat antipsikotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gejala psikotik, seperti halusinasi, delusi, dan perilaku aneh. Obat-obatan ini dapat di klasifikasikan ke dalam dua kategori yaitu, antipsikotik klasik atau tipikal, dan antipsikotik atipikal. Jenis antipsikotik pertama dikembangkan adalah klorpromazin. Antipsikotik generasi pertama menyebabkan "neurolepsis", atau psikomotor yang melambat dan mengurangi emosi, dan dengan demikian disebut sebagai neuroleptik, karena efek sisi neurologis yang mereka hasilkan.

Antianxiety Drugs
        Obat anti kecemasan tradisional adalah obat penenang minor atau benzodiazepin seperti Xanax, Ativan, dan Valium. Semua obat ini memiliki efek penenang dan dalam dosis yang tepat dapat mulai meredakan gejala kecemasan dalam waktu 20 sampai 30 menit setelah minum obat (Preston et al., 2008). Meski banyak efek sampingnya mungkin, perhatian utama dalam menggunakan obat-obatan ini adalah potensi kecanduannya dan juga penyalahgunaan dalam bentuk 28 mengambil dosis yang lebih besar untuk "melarikan diri".

Mood-Stabilizing Drugs
        Selama bertahun-tahun, pengobatan pilihan untuk gangguan bipolar dan episode mania adalah litium, unsur kimia logam yang ada dalam garamnya. Litium mempengaruhi cara ion natrium di neuron dan sel-sel otot diangkut, meskipun tidak jelas persis bagaimana hal ini memengaruhi suasana hati. Efek samping biasanya hilang dengan cepat, meskipun penggunaan litium telah dikaitkan dengan penambahan berat badan. Diet perlu dikontrol saat mengonsumsi lithium karena menurunkan kadar natrium dalam makanan dapat menyebabkan litium menumpuk ke tingkat racun, seperti halnya zat apa pun yang menghilangkan air dari tubuh seperti kafein dalam soda, teh, dan kopi.

Antidepressant Drugs
          Obat-obatan yang digunakan untuk penanganan gangguan depresi sebelumnya diciptakan untuk penyembuhan gangguan lain. Seperti iproniazid yang dahulu digunakan untuk tuberkolosis, akhirnya ditemukan dapat menangani mood yang akhirnya menjadi obat modern Antidepressant pertama. Obat ini adalah yang pertama dalam kelas antidepresan yang dikenal sebagai monoamine oxidase inhibitors (MAOIs), yang bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim oksidase monoamine. 
       Anak-anak dan remaja yang menggunakan obat antidepresan yang lebih baru dikhawatirkan memiliki peningkatan risiko bunuh diri dibandingkan mereka yang tidak menerima pengobatan. Informasi dari meta-analisis terbaru saling bertentangan, dengan beberapa data menunjukkan peningkatan risiko bunuh diri sementara data lain tidak mendukung peningkatan risiko. Ada kemungkinan gejala depresi sedang ditangani sementara pikiran dan perilaku untuk bunuh diri tidak berkurang.

Electroconvulsive Therapy (ECT)

Perawatan berbasis biologis lainnya yang terus digunakan meskipun jarang, terapi elektrokonvulsif (ECT; sebelumnya dikenal dengan nama tidak ilmiah "terapi kejut listrik"). Ini melibatkan penggunaan arus listrik untuk menginduksi kejang di otak untuk membantu mengurangi efek dari kondisi mental tertentu, seperti bentuk depresi yang parah atau gangguan bipolar. Mekanisme pastinya tidak diketahui, meskipun itu membantu meringankan gejala untuk orang dengan depresi berat yang tidak menanggapi terapi obat tradisional (Pagnin, de Queiroz, Pini, & Cassano, 2004).Sekitar 85% orang yang diobati dengan ECT membaik (Reti, nd). Namun, memorikerugian yang terkait dengan administrasi berulang telah menyebabkannya biasanya diterapkan sebagai upaya terakhir (Donahue, 2000; Prudic, Peyser, & Sackeim, 2000). Alternatif yang lebih baru untuk ECT adalah stimulasi magnetik transkranial (TMS), prosedur yang disetujui oleh FDA pada tahun 2008 yang menggunakan medan magnet untuk merangsang sel-sel saraf di otak untuk memperbaiki gejala depresi; seperti ECT, digunakan saat perawatan lain tidak berhasil (Mayo Clinic, 2012). 

Psychosurgery

Psikobedah melibatkan pemotongan ke dalam otak untuk mengangkat atau menghancurkan jaringan otak yang bertujuan meredakan gejala gangguan mental. Salah satu teknik psikobedah paling awal dan paling terkenal adalah lobotomi pra-frontal, yang di mana sambungan korteks pretrontal ke area lain di otak terputus. Lobotomi dikembangkan pada tahun 1935 oleh ahli saraf Portugis Antonio Egas Moniz. Walter Freeman dan James W. Watts memodifikasi dan mengembangkan teknik Moniz dan disebut lobotomi transorbital, di mana instrument yang menyerupai pemecah es, leucotome, dimasukkan melalui bagian belakang rongga mata ke dalam otak untuk memutuskan serat otak.
Psychosurgery adalah kolaborasi antara psikiater dan ahli bedah saraf.Selama operasi, yang dilakukan dengan anestesi umum, sepotong kecil otak dihancurkan atau diangkat.Jenis psikosurgeri yang paling umum digunakan saat ini atau barubaru ini adalah capsulotomy, cingulotomy, subcaudate tractotomy, dan limbic leucotomy. Sekitar sepertiga dari pasien menunjukkan perbaikan signifikan pada gejala mereka setelah operasi. Kemajuan dalam teknik bedah telah sangat mengurangi kejadian kematian dan kerusakan serius akibat psikosurgeri, risiko yang tersisa termasuk kejang, inkontinensia, penurunan dorongan dan inisiatif, penambahan berat badan, dan masalah kognitif dan afektif .  

Emerging Technologies



Komentar

Postingan populer dari blog ini

#10 Psikologi Sosial

Semester 2   SOCIAL PSYCHOLOGY Psikologi sosial adalah ilmu tentang proses perkembangan intelektual atau mental manusia sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, psikologi sosial mempelajari topik yang mencakup perilaku manusia dalam konteks sosial. Kemudian kondisi interaksi sosial tidak hanya dipengaruhi oleh proses psikologis tetapi juga oleh kondisi lingkungan.  SOCIAL INFLUENCE Conformity (Konformitas)           Konformitas adalah perubahan pilihan, perilaku, ataupun tindakan karena mengikuti pilihan atau perilaku orang lain ataupun standar yang berlaku. Menurut David O'sear dan Peplau (1985), konformitas adalah sikap dari suatu individu yang dipengaruhi oleh individu yang lainnya. Penelitian tentang konformitas dilakukan oleh Solomon Asch pada tahun 1951. Ia melakukan penelitian dengan meminta peserta berkumpul dalam satu ruangan dan mereka diberitahu bahwa penelitian dilakukan dengan visual. Disediakan sebuah garis standar dan tig...

#4 Learning

Semester 2  LEARNING A. Definisi Learning               Belajar adalah ketika kita mempelajari sesuatu, ketika belajar bagaimana melakukan sesuatu. Belajar adalah setiap perubahan tingkah laku yang relatif permanen yang disebabkan oleh pengalaman. Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan, misalnya membaca, menulis dan sebagainya serta belajar itu akan lebih baik jika subjek mengalami dan melakukannya (Sardiman, 2008). Belajar sebenarnya adalah proses mengingat, karena tanpa kemampuan mengingat, orang tidak dapat mempelajari apa pun.               Tidak semua perubahan di raih dengan pembelajaran. Perubahan seperti bertambahnya tinggi badan atau ukuran otak adalah jenis perubahan lainnya yang dikendalikan oleh cetak biru genetik. Perubahan ini disebut pematangan yang disebabkan oleh biologi, bukan pengalaman. Misalnya, seorang anak yang belajar berjalan tidak h...