Semester 2
TERAPI PSIKOLOGIS
Sejarah pengobatan Gangguan Psikologis
Pada pertengahan abad 15, orang yang mengalami gangguan jiwa dianggap dirasuki oleh iblis atau roh jahat, dan ditempatkan ke dalam rumah sakit jiwa, yang mungkin cocok disebut dengan sebuah penjara. Orang-orang dengan gangguan jiwa dirantai di tempat tidur mereka. Dalam periode 200 tahun terakhir, metode "pengobatan" yang dilakukan kepada orang dengan gangguan jiwa sangat parah dan mematikan, yang mana tujuan dari pengobatan tersebut adalah untuk membersihkan orang tersebut dari iblis dan roh-roh jahat yang merasukinya, yang pada akhirnya berdampak sangat buruk pada pasien.
Pada tahun 1793, upaya memperlakukan atau mengobati orang-orang dalam gangguan jiwa mulai lebih baik atau disebut "perlakuan moral". Pada saat inilah Philippe Pinel secara pribadi melepaskan rantai narapidana di La Bicêtre Asylum di Paris, Prancis, yang memulai gerakan untuk memanusiawi kan orang-orang dengan gangguan jiwa atau gangguan mental.
Pada saat sekarang, pendekatan utama yang diberikan kepada orang yang mengalami gangguan jiwa adalah terapi yang bertujuan membuat orang berfungsi dan merasa lebih baik. Psikoterapi melibatkan individu, pasangan, atau kelompok kecil untuk mendiskusikan keprihatinan atau masalah mereka. Tujuan dari psikoterapi adalah membantu orang yang mengalami masalah psikologi agar mereka lebih memahami diri mereka sendiri dengan lebih baik. Psikoterapi yang bertujuan untuk memahami motif dan tindakan seseorang disebut dengan insight therapy. Sedangkan psikoterapi yang bertujuan mengubah perilaku seseorang yang teratur secara langsung disebut dengan action therapy. Jenis terapi lainnya menggunakan perawatan biologis dalam bentuk prosedur medis untuk membawa perubahan pada perilaku seseorang disebut dengan biomedical therapy.
Insight Therapies: Psychodynamic and Humanistic Approaches
Psikoterapi: Psikoanalisis Freud
Sigmund Freud menciptakan sebuah metode yang dinamakan psikoanalisis yang berfokus untuk mengungkapkan konflik, dorongan, dan kemauan yang tersembunyi dan tertekan dari alam bawah sadar seseorang. Tetapi teknik ini banyak dikritik karena kurangnya penelitian ilmiah dan bias pribadinya yang menyebabkan banyaknya salah penafsiran atas hal-hal yang diungkapkan oleh pasiennya. Beberapa psikoanalisis saat ini masih menggunakan metode asli Freud yang memakan waktu lama untuk membuahkan hasil. Beberapa analisis psiko juga berfokus pada proses pemindahan lebih dari pada aspek tipikal psikoanalisis tradisional lainnya, yang mengarah ke metode yang lebih umum yang disebut dengan terapi psikodimanik atau psychodynamic therapy. Terapi psikodinamik atau psychodynamic therapy merupakan istilah yang lebih umum untuk terapi berdasarkan psikoanalisis dengan penekanan pada pemindahan, waktu, perawatan lebih singkat, dan pendekatan terapi yang lebih langsung.
Freud mengandalkan empat teknik dasar untuk mengungkap akar neurosis yang tidak disadari, yaitu:
1. Free Association
Mengatakan apa pun yang terlintas dalam pikiran adalah dasar asosiasi bebas. Pasien harus berbicara tanpa khawatir apakah gagasan itu menyakitkan, memalukan, atau tidak logis. Free Association atau asosiasi bebas adalah suatu cara bagi seseorang menuju alam bawah sadarnya di mana terdapat keinginan, kebutuhan, pikiran-pikiran yang tidak di sadari, konflik, dan ketakutan yang terpendam dapat diungkapkan dan sebagian pengalaman di mana kanak-kanak.
2. Dream Analysis
Freud percaya bahwa mimpi menyediakan "peluang yang besar menuju alam bawah sadar" karena mimpi dengan bebas mengekspresikan keinginan terlarang dan perasaan tidak sadar. Interpretasi mimoi atau analisis unsur-unsur dalam mimpi yang disampaikan pasien merupakan bagian besar dari metode psikoanalitik Freud.
3. Resistance and Transference
Metode psikoanalisis Freud, pasien dapat mengalami kondisi atau situasi yang tidak diinginkan, seperti resistensi yakni kondisi di mana pasien menjadi tidak mau berbicara mengenai topik tertentu. Dan trafensi yakni situasi ketika terapis menjadi simbol perwujudan kekuasaan orang tua dari masa lalu si pasien. Terapis sendiri dapat mengalami kontratransferensi yaitu kondisi di mana terapis memiliki reaksi transferensi kepada pasien sehingga terapis merasa terikat secara batin dan merasa empati kepada pasien.
Humanistic Therapy: To Err is Human
Ahli teori humanistik tidak fokus pada ketidaksadaran, konflik tersembunyi, melainkan fokus pada pengalaman emosi dan kesadaran diri orang yang sadar dan subyektif, serta pengalaman yang lebih langsung dalam kehidupan sehari-hari daripada pengalaman anak usia dini dari masa lalu yang jauh. Terapi humanistik menekankan pentingnya potensi untuk mengubah perilaku seseorang dan pilihan yang dibuat oleh individu. Ada dua gaya terapi yang umum ditemui dari terapi humanistik yaitu terapi yang berpusat pada orang (person-centered therapy) milik Carl Rogers, dan terapi gestalt milik Fritz Perls, keduanya merupakan insight therapy.
Pada terapi yang berpusat pada orang (person-centered therapy), Rogers percaya bahwa tujuan terapis adalah untuk memberikan hal positif tanpa syarat yang telah hilang dari kehidupan orang yang bermasalah dan untuk membantu orang tersebut mengenali perbedaan antara diri yang nyata dan yang ideal. Terapi ini dikenal juga dengan terapi yang berpusat pada orang, karena oranglah yang benar-benar menjadi pusat proses terapinya. Menurut Rogers (1961), terdapat empat elemen dasar yang diperlukan dalam hubungan person-therapies, yaitu:
1. Refleksi
Refleksi mengacu pada teknik yang bertujuan memungkinkan klien terus berbicara dan memiliki wawasan tanpa gangguan interpretasi terapis dan kemungkinan bias. Terapis akan mengubah apa yang dikatakan pasien dengan kata-kata yang sedikit berbeda tetapi memiliki makna yang sama. Refleksi secara harfiah adalah semacam cermin dari laporan klien.
2. Perhatian Positif Tanpa Syarat
Terapis yang menciptakan suasana hangat, menerima, sama sekali
tidak kritis, dan menghormati perasaan dan tujuan klien merupakan
bentuk perhatian positif tanpa syarat.
3. Empati Terapis
Terapis harus mengetahui apa yang dirasakan dan dialami klien dengan pemahaman yang disebut dengan empati. Hal tersebut dilakukan dengan mendengarkan secara cermat apa yang dikatakan oleh klien dan mencoba merasakan apa yang dirasakan oleh klien, tetapi terapis haru berhati-hati agar perasaannya tidak bercampur dengan klien.
4. Autentikasi
Autentikasi berarti terapis memberikan respon asli, terbuka dan jujur kepada klien. Dalam person-centered therapy, terapis harus mampu memaklumi perbedaan klien tanpa menghakimi klien tersebut.
Terapi Gestalt yang didirikan oleh Fritz Perls berbeda dengan person-centered therapy, di mana terapi gestalt sangat direktif untuk memimpin klien melalui sejumlah pengalaman yang direncanakan (misal: dialog diri, teknik "kursi kosong") dengan tujuan meningkatkan kesadaran diri. Perls percaya bahwa masalah seseorang disebabkan karena mereka menyembunyikan bagian penting dari perasaan mereka sendiri. Karena bekerja terutama di atas prinsip kesadaran, terapi Gestalt berfokus pada "apa" dan "bagaimana" tingkah laku dan pengalaman di sini-dan sekarang dengan memadukan bagian-bagian kepribadian yang terpecah dan tidak diketahui. Terapi Gestalt memperhatikan bahasa tubuh serta peristiwa yang terjadi dalam kehidupan klien pada saat terapi. Tidak seperti psikoanalisis yang berfokus pada masa lalu yang tersembunyi, tetapi terapi Gestalt berfokus pada masa lalu yang di sangkal. Terapi Gestalt tidak membahas tentang pikiran bawah sadar.
Action Therapies: Behavior Therapies and Cognitive Therapies
Terapi Perilaku
Behavior Therapies: Learning One's Way to Better Behavior
Behavior therapies atau terapi perilaku merupakan terapi berbasis tindakan yang beroperasi pada premis bahwa semua perilaku baik normal ataupun abnormal dipelajari. Analisis perilaku terapan melibatkan analisis fungsional dan teknik pembelajaran untuk meningkatkan perilaku yang diinginkan dan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan.
1. Techniques based on Classical Conditioning
Classical conditioning adalah pembelajaran respons tak sadar dengan memasangkan stimulus yang biasanya menyebabkan respons tertentu dengan stimulus baru yang netral. Ada beberapa teknik yang telah dikembangkan menggunakan jenis pembelajaran ini untuk mengobati gangguan seperti fobia, gangguan obsesif-kompulsif, dan gangguan kecemasan serupa.
- Desensitisasi Sistematis.
- Terapi Aversion.
- Exposure Terapi,
2. Techniques based on Operant Conditioning
- Permodelan.
- Menggunakan Reinforcement.
- Menggunakan Extinction.
Cognitive Therapies: Thinking is Believing
Cognitive therapies atau terapi kognitif merupakan terapi berbasis tindakan yang berfokus pada membantu orang mengubah cara berpikir mereka. Penekanan pada mengidentifikasi keyakinan yang terdistorsi atau tidak realistis yang mengarah pada perilaku mal adaptif dan emosi bermasalah dan kemudian menggantinya dengan pikiran yang lebih positif dan bermanfaat.
1. Beck's Cognitive Therapy
Berikut beberapa pemikiran menyimpang yang dapat menciptakan perasaan negatif dan keyakinan yang tidak realistis pada orang (Circarelli & White, 2015).
- Arbitrary Inference. Penyimpangan pikiran yang terjadi pada saat pengambilan suatu kesimpulan tanpa bukti dan membuat keputusan tidak sesuai dengan fakta yang ada. Contoh: “Suzy membatalkan makan siang kita, pasti dia ingin pergi dengan orang lain!”.
- Pemikiran selektif. Penyimpangan pikiran yang hanya fokus pada satu aspek dari suatu situasi, meninggalkan fakta-fakta relevan lainnya yang mungkin membuat segala sesuatu tampak negatif. Contoh: Guru Peter memuji makalahnya tetapi berkomentar tentang perlunya memeriksa tanda baca. Peter berasumsi bahwa makalahnya buruk dan gurunya benar-benar tidak menyukai nya, mengabaikan pujian dan komentar positif lainnya.
- Overgeneralization. Penyimpangan pikiran yang terjadi karena seseorang menarik kesimpulan menyeluruh dari satu insiden kemudian mengasumsikan bahwa kesimpulan tersebut berlaku untuk bidang kehidupan yang tidak ada hubungannya dengan peristiwa aslinya. Contoh: “Saya dimarahi oleh bos saya. Pacar saya akan putus dengan saya dan menendang saya keluar dari apartemen hingga akhirnya saya tinggal di sebuah tempat di tepi sungai”.
- Magnification and minimization. Penyimpangan pikiran yang terjadi karena seseorang memikirkan hal-hal buruk keluar dari proporsi nya dan tidak mempertimbangkan hal-hal yang baik. Contoh: Seorang siswa yang telah menerima nilai bagus pada setiap ujian lainnya percaya bahwa nilai C yang dia dapatkan pada kuis terakhir membuat dia tidak akan berhasil di perguruan tinggi.
- Personalisasi. Penyimpangan pikiran yang terjadi karena mengambil tanggung jawab atau menyalahkan atas peristiwa yang tidak benar benar terhubung dengan individu. Contoh: Ketika suami Sandy pulang dengan suasana hati yang buruk karena sesuatu yang terjadi di tempat kerja, dia langsung berasumsi bahwa suaminya marah kepadanya.
2. Cognitive-Behavioral Therapy (CBT)
CBT
merupakan teori yang fokus pada saat ini daripada masa lalu. Sebagai
bentuk terapi kognitif, CBT juga mengasumsikan bahwa gangguan berasal
dari kognitif yang tidak logis, irasional dan mengubah pola berpikir menjadi
lebih rasional, logis sehingga akan mengurangi gejala gangguan, dan
menjadikannya terapi tindakan. CBT memiliki tiga elemen dasar: kognisi
mempengaruhi perilaku, kognisi dapat diubah, perubahan perilaku dapat
dihasilkan dari perubahan kognitif.
3. Rational Emotive Behavior Therapy (REBT)
Salah satu bentuk CBT yang dikembangkan oleh Albert Ellis disebut dengan
rational emotive behavior therapy (REBT). Dengan terapi ini, klien akan
diajarkan cara untuk menguji keyakinan irasional mereka dengan pernyataan
yang lebih rasional dan lebih membantu. Menurut Ellis, orang-orang menjadi
tidak bahagia dan mengembangkan kebiasaan mengalahkan diri (self-defeating)
karena mereka memiliki keyakinan yang salah atau tidak realistis. Para terapis yang menggunakan metode REBT akan melakukan suatu hal yang
dapat mengubah keyakinan irasional dan “self-talk” yang dimiliki klien. Terapis
mungkin akan langsung menyerbu logika klien, menguji pemikiran mereka, serta
mengkonfrontasi mereka dengan bukti yang berkebalikan dengan apa yang
mereka yakini.
Group Therapies: Not Just for the Shy
Kelebihan dan Kekurangan Terapi Kelompok
Terapi kelompok memiliki keuntungan diantaranya:
1) Biaya lebih rendah
2) Memperlihatkan cara orang lain memandang dan menangani jenis masalah yang sama
3) Kesempatan bagi terapis dan klien untuk melihat bagaimana interaksi klien dengan orang lain
4) Sokongan sosial dan emosional dari orang-orang yang memiliki masalah yang sama. Dalam buku Ciccarelli dan White (2015) hal ini terbukti dari sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa pasien kanker payudara yang menjalani terapi kelompok memiliki tingkat hidup dan pemulihan yang jauh lebih tinggi daripada hanya menerima terapi individu atau psikoterapi. Studi lain juga menemukan bahwa gadis di Afrika yang menderita depresi karena stress perang di Uganda, mengalami reduksi signifikan dalam depresi ketika dirawat dengan terapi kelompok.
Kerugian dari terapi kelompok diantaranya:
1) Terapis bukan lagi satu-satunya orang yang rahasia dan ketakutannya ia ungkapkan, membuat beberapa orang enggan berbicara bebas.
2) Klien harus berbagi waktu terapis selama sesi
3) Orang dengan gangguan kejiwaan parah yang melibatkan paranoia seperti skizofrenia mungkin tidak dapat mentolerir pengaturan terapi kelompok. Terapi kelompok dapat memberikan bantuan kepada orang-orang yang mungkin tidak mampu membayar psikoterapi individu. Survei membuktikan bahwa terapi kelompok hanya efektif jika jangka panjang dan digunakan untuk mempromosikan interaksi sosial.
Does Psychotherapy Work???
Psikoterapi lebih efektif daripada pengobatan lain karna ini berada diantara 75% dan
90% orang yang menerima terapi merasa telah membantu mereka. Semakin lama
seseorang bertahan dalam terapi, maka semakin besar pula peningkatannya.
Psikoterapi bekerja sama halnya dengan obat-obatan. Beberapa jenis psikoterapi
lebih efektif untuk mengatasi jenis masalah tertentu, tetapi tidak semua metode
psikoterapi yang efektif untuk semua masalah.Terapi yang efektif harus disesuaikan
dengan klien tertentu dan masalah tertentu.
Biomedical Therapies
Psychopharmacology
Antipsychotic Drugs
Obat antipsikotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gejala psikotik, seperti halusinasi, delusi, dan perilaku aneh. Obat-obatan ini dapat di klasifikasikan ke dalam dua kategori yaitu, antipsikotik klasik atau tipikal, dan antipsikotik atipikal. Jenis antipsikotik pertama dikembangkan adalah klorpromazin. Antipsikotik generasi pertama
menyebabkan "neurolepsis", atau psikomotor yang melambat
dan mengurangi emosi, dan dengan demikian disebut sebagai
neuroleptik, karena efek sisi neurologis yang mereka hasilkan.
Antianxiety Drugs
Obat anti kecemasan tradisional adalah obat penenang minor
atau benzodiazepin seperti Xanax, Ativan, dan Valium. Semua
obat ini memiliki efek penenang dan dalam dosis yang tepat
dapat mulai meredakan gejala kecemasan dalam waktu 20
sampai 30 menit setelah minum obat (Preston et al., 2008).
Meski banyak efek sampingnya mungkin, perhatian utama
dalam menggunakan obat-obatan ini adalah potensi
kecanduannya dan juga penyalahgunaan dalam bentuk
28
mengambil dosis yang lebih besar untuk "melarikan diri".
Mood-Stabilizing Drugs
Selama bertahun-tahun, pengobatan pilihan untuk gangguan
bipolar dan episode mania adalah litium, unsur kimia logam
yang ada dalam garamnya. Litium mempengaruhi cara ion
natrium di neuron dan sel-sel otot diangkut, meskipun tidak jelas
persis bagaimana hal ini memengaruhi suasana hati. Efek
samping biasanya hilang dengan cepat, meskipun penggunaan
litium telah dikaitkan dengan penambahan berat badan. Diet
perlu dikontrol saat mengonsumsi lithium karena menurunkan
kadar natrium dalam makanan dapat menyebabkan litium
menumpuk ke tingkat racun, seperti halnya zat apa pun yang
menghilangkan air dari tubuh seperti kafein dalam soda, teh, dan
kopi.
Antidepressant Drugs
Obat-obatan yang digunakan untuk penanganan gangguan depresi sebelumnya
diciptakan untuk penyembuhan gangguan lain. Seperti iproniazid yang dahulu
digunakan untuk tuberkolosis, akhirnya ditemukan dapat menangani mood yang
akhirnya menjadi obat modern Antidepressant pertama. Obat ini adalah yang pertama
dalam kelas antidepresan yang dikenal sebagai monoamine oxidase inhibitors
(MAOIs), yang bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim oksidase monoamine.
Anak-anak dan remaja yang menggunakan obat antidepresan yang lebih
baru dikhawatirkan memiliki peningkatan risiko bunuh diri dibandingkan
mereka yang tidak menerima pengobatan. Informasi dari meta-analisis terbaru
saling bertentangan, dengan beberapa data menunjukkan peningkatan risiko
bunuh diri sementara data lain tidak mendukung peningkatan risiko. Ada
kemungkinan gejala depresi sedang ditangani sementara pikiran dan perilaku
untuk bunuh diri tidak berkurang.
Electroconvulsive Therapy (ECT)
Perawatan berbasis biologis lainnya yang terus digunakan meskipun jarang, terapi
elektrokonvulsif (ECT; sebelumnya dikenal dengan nama tidak ilmiah "terapi
kejut listrik"). Ini melibatkan penggunaan arus listrik untuk menginduksi kejang
di otak untuk membantu mengurangi efek dari kondisi mental tertentu, seperti
bentuk depresi yang parah atau gangguan bipolar. Mekanisme pastinya tidak
diketahui, meskipun itu membantu meringankan gejala untuk orang dengan
depresi berat yang tidak menanggapi terapi obat tradisional (Pagnin, de Queiroz,
Pini, & Cassano, 2004).Sekitar 85% orang yang diobati dengan ECT membaik
(Reti, nd). Namun, memorikerugian yang terkait dengan administrasi berulang
telah menyebabkannya biasanya diterapkan sebagai upaya terakhir (Donahue,
2000; Prudic, Peyser, & Sackeim, 2000). Alternatif yang lebih baru untuk ECT
adalah stimulasi magnetik transkranial (TMS), prosedur yang disetujui oleh FDA
pada tahun 2008 yang menggunakan medan magnet untuk merangsang sel-sel
saraf di otak untuk memperbaiki gejala depresi; seperti ECT, digunakan saat
perawatan lain tidak berhasil (Mayo Clinic, 2012).
Psychosurgery
Psikobedah melibatkan pemotongan ke dalam otak untuk mengangkat atau menghancurkan jaringan otak yang bertujuan meredakan gejala gangguan mental. Salah satu teknik psikobedah paling awal dan paling terkenal adalah lobotomi pra-frontal, yang di mana sambungan korteks pretrontal ke area lain di otak terputus. Lobotomi dikembangkan pada tahun 1935 oleh ahli saraf Portugis Antonio Egas Moniz. Walter Freeman dan James W. Watts memodifikasi dan mengembangkan teknik Moniz dan disebut lobotomi transorbital, di mana instrument yang menyerupai pemecah es, leucotome, dimasukkan melalui bagian belakang rongga mata ke dalam otak untuk memutuskan serat otak.
Psychosurgery adalah kolaborasi antara psikiater dan ahli bedah saraf.Selama
operasi, yang dilakukan dengan anestesi umum, sepotong kecil otak dihancurkan
atau diangkat.Jenis psikosurgeri yang paling umum digunakan saat ini atau barubaru ini adalah capsulotomy, cingulotomy, subcaudate tractotomy, dan limbic leucotomy. Sekitar sepertiga dari pasien menunjukkan perbaikan signifikan pada
gejala mereka setelah operasi. Kemajuan dalam teknik bedah telah sangat
mengurangi kejadian kematian dan kerusakan serius akibat psikosurgeri, risiko
yang tersisa termasuk kejang, inkontinensia, penurunan dorongan dan inisiatif,
penambahan berat badan, dan masalah kognitif dan afektif .
Komentar
Posting Komentar